Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida) KSB, terus bergerak mengejar target predikat “Sangat Inovatif” dalam ajang Innovative Government Award (IGA) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) 2026. Memasuki masa-masa krusial penilaian, Brida menerapkan strategi jemput bola dengan mendatangi langsung sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat.
Tim Brida menyisir OPD satu per satu untuk memastikan seluruh data inovasi dan dokumen pendukung masuk ke dalam sistem penilaian. Langkah ini dilakukan karena waktu penginputan semakin terbatas. Kemendagri menjadwalkan penutupan penginputan data pada 21 Agustus 2026.
Brida menilai setiap dokumen pendukung memiliki peran penting dalam menentukan tingkat kematangan inovasi yang diajukan masing-masing OPD. Karena itu, tim teknis tidak hanya menunggu OPD menyelesaikan penginputan secara mandiri, tetapi langsung memberikan asistensi kepada inovator dan operator yang masih mengalami kendala.
IGA Kemendagri menjadi salah satu instrumen nasional untuk mengukur perkembangan inovasi pemerintah daerah. Melalui ajang tersebut, pemerintah daerah dituntut terus melahirkan dan mengembangkan inovasi untuk memperbaiki pelayanan publik, meningkatkan tata kelola pemerintahan, serta menjawab berbagai kebutuhan masyarakat.
Di KSB, Brida mengawal proses penilaian inovasi yang melibatkan 31 OPD. Brida mendorong seluruh OPD tersebut untuk memenuhi data pendukung pada 20 indikator penilaian yang dipersyaratkan dalam sistem IGA.
Targetnya tidak sekadar memenuhi kewajiban administrasi. Brida membidik peningkatan skor agar KSB mampu naik kelas dari predikat “Inovatif” menjadi “Sangat Inovatif”.
Kepala BRIDA KSB, melalui Kepala Bidang Inovasi dan Teknologi, Indra Jaya MSi, mengatakan pihaknya kini berpacu dengan waktu. Ia menyebut tim teknis sengaja turun langsung ke lapangan untuk mempercepat pemenuhan dokumen pendukung dari OPD.
“Kami berkejaran dengan waktu karena batas akhir penutupan penginputan data di aplikasi Kemendagri tinggal sembilan hari lagi, yaitu 21 Agustus mendatang,” kata Indra Jaya.
Menurut dia, keterlambatan OPD melengkapi dan mengunggah dokumen dapat berdampak langsung terhadap nilai inovasi daerah. Jika kondisi tersebut tidak segera diperbaiki, KSB berpotensi mengalami penurunan predikat.
“Jika skor kita tetap rendah akibat keterlambatan input dokumen pendukung, konsekuensinya KSB terancam jatuh ke peringkat ‘Kurang Inovatif’,” ujarnya.
Indra mengatakan kondisi tersebut tentu tidak diharapkan. Sebab, dalam lima tahun terakhir, KSB setidaknya mampu mempertahankan predikat “Inovatif”, meskipun belum berhasil menembus predikat tertinggi.
Berdasarkan evaluasi pada sistem aplikasi Kemendagri hingga Rabu (12/8), baru terdapat dua inovasi bernilai tinggi yang telah terinput secara lengkap. Sementara 29 OPD lainnya masih melakukan pemenuhan dokumen pendukung untuk meningkatkan tingkat kematangan inovasi.
Brida mendorong setiap OPD segera menyelesaikan seluruh kekurangan. Tim teknis juga melakukan komunikasi intensif dengan para inovator dan operator untuk memastikan dokumen yang diunggah sesuai dengan indikator penilaian.
Untuk mempercepat proses tersebut, Brida menurunkan tim khusus yang terdiri atas dua personel inti, yakni Mustamar SAP dan Husnul Fuad ST. Keduanya menjalankan tugas secara intensif dengan mendatangi OPD, memberikan asistensi, serta mendampingi proses penginputan data.
Pendampingan tersebut menyasar OPD yang masih membutuhkan perbaikan dalam pemenuhan indikator. Tim tidak hanya memeriksa kelengkapan dokumen, tetapi juga membantu operator memastikan data yang masuk ke sistem dapat mendukung peningkatan nilai inovasi.
Indra mengakui langkah jemput bola tersebut membuat tim Brida harus lebih aktif mendatangi OPD setiap hari. Namun, menurut dia, pola kerja itu menjadi pilihan yang harus ditempuh mengingat tenggat waktu semakin dekat.
“Kami terus menggedor pintu OPD untuk menagih kelengkapan berkas. Ini bukan semata-mata untuk Brida, tetapi untuk kepentingan dan kemajuan daerah,” katanya.
Brida juga mengapresiasi dukungan Sekretaris Daerah KSB sejak pelaksanaan rapat koordinasi awal kegiatan. Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong seluruh perangkat daerah bergerak bersama.
Apresiasi juga disampaikan kepada para kepala OPD dan seluruh tim kerja yang terus berupaya memenuhi kebutuhan data dan dokumen penilaian. Brida berharap komitmen tersebut semakin kuat hingga seluruh tahapan penginputan berakhir.
Upaya mengejar predikat “Sangat Inovatif” juga memiliki konsekuensi strategis bagi daerah. Peningkatan kinerja inovasi pemerintah daerah berpotensi membuka peluang memperoleh dukungan fiskal dari pemerintah pusat melalui skema insentif yang berlaku.
Karena itu, Brida meminta seluruh OPD tidak menyia-nyiakan sisa waktu. Setiap inovasi yang telah berjalan harus didukung data yang valid, lengkap, dan mampu menunjukkan kematangan serta dampaknya terhadap penyelenggaraan pemerintahan maupun pelayanan kepada masyarakat.
Dengan waktu penginputan yang tersisa hingga 21 Agustus, Brida masih menyimpan optimisme KSB dapat memperbaiki capaian. Kuncinya, seluruh OPD harus bergerak serentak dan menyelesaikan setiap kekurangan sebelum sistem penilaian ditutup.
Diharapkan, kerja bersama tersebut mampu mendongkrak nilai inovasi daerah dan membawa KSB naik kelas dalam IGA Kemendagri 2026. Dari predikat “Inovatif”, KSB kini membidik lompatan menuju “Sangat Inovatif”. (Gbw)