Mataram, GaungNUSRA
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 4 meter di sejumlah perairan selatan Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 13–16 Oktober 2026.
Peringatan tersebut berlaku mulai Selasa (13/10) pukul 08.00 WITA hingga Jumat (16/10) pukul 08.00 WITA. Kondisi ini berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan dan operator kapal yang melintasi wilayah perairan terdampak.
Berdasarkan informasi prakiraan BMKG, gelombang tinggi berpotensi terjadi di perairan selatan Pulau Lombok, Selat Alas bagian selatan, serta perairan selatan Pulau Sumbawa.
Sementara itu, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Alas bagian utara dan perairan utara Pulau Lombok.
Dari sisi meteorologi, BMKG mencatat adanya tiga sirkulasi siklonik di Laut Andaman dan Laut Cina Selatan serta sirkulasi antisiklonik di Laut Filipina. Kondisi tersebut memengaruhi pola angin permukaan di wilayah NTB.
Angin diperkirakan bertiup dari arah timur laut hingga selatan dengan kecepatan maksimum mencapai 20 knot. Peningkatan kecepatan angin berpotensi terjadi mulai pagi hingga dini hari di sejumlah perairan, termasuk perairan utara dan selatan Pulau Lombok, serta perairan utara dan selatan Pulau Sumbawa dan Selat Alas bagian selatan.
BMKG juga mengingatkan bahwa kondisi angin dan gelombang dapat meningkatkan risiko kecelakaan laut. Perahu nelayan berisiko tinggi apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.
Risiko serupa juga perlu diwaspadai kapal tongkang ketika kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.
“Perahu nelayan perlu mewaspadai kondisi saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter. Sementara itu, kapal tongkang perlu mewaspadai kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang 1,5 meter. Gelombang setinggi 2,5–4 meter juga berpeluang terjadi,” demikian imbauan BMKG dalam infografis yang diunggah melalui akun Instagram @bmkgntb pada Senin (12/10) pukul 23.40 WITA.
Karena itu, nelayan, operator kapal penumpang, dan pengguna jasa pelayaran diimbau mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut. Masyarakat pesisir juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi gelombang dan angin.
BMKG mengingatkan agar seluruh pelaku aktivitas maritim terus memantau informasi dan pembaruan prakiraan cuaca maritim melalui kanal resmi BMKG guna mengurangi risiko kecelakaan selama periode peringatan berlangsung. (Gal)