Sumbawa Barat, GaungNUSRAOnline
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), mendorong peningkatan partisipasi generasi muda, khususnya Generasi Z, dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat yang telah disiapkan. Upaya ini dilakukan menyusul masih rendahnya keterlibatan masyarakat dalam mengakses informasi melalui kanal digital resmi lembaga tersebut.
Wakil Ketua III Baznas KSB, H Tabrani, mengatakan tantangan utama yang dihadapi saat ini bukan pada ketersediaan program, melainkan pada distribusi informasi yang belum optimal. Minimnya partisipasi masyarakat di media sosial dan situs web resmi Baznas menyebabkan banyak peluang pelatihan tidak diketahui secara luas.
“Kini persoalannya, terdapat di masyarakat belum banyak yang mengikuti media sosial Baznas dan jarang mengakses website kami. Alhasil, mereka melawati informasi dan program yang disediakan oleh Baznas,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, kondisi tersebut cukup kontras dengan jumlah penduduk KSB yang mencapai hampir 150 ribu jiwa, serta tingginya penggunaan telepon pintar di kalangan generasi milenial dan Gen Z. Namun demikian, potensi tersebut belum sepenuhnya dimanfaatkan untuk mengakses informasi program pemberdayaan.
Dampak dari kesenjangan informasi ini terlihat pada sejumlah program pelatihan yang diselenggarakan Baznas KSB. Beberapa di antaranya, seperti pelatihan keamanan (security), pengemudi (driver), dan tata rias, sempat mengalami kendala dalam menjaring peserta.
Pada pelatihan keamanan yang bekerja sama dengan Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi, misalnya, pihak Baznas mengaku kesulitan memenuhi kuota peserta. Bahkan, terdapat peserta yang mengundurkan diri menjelang pelaksanaan kegiatan.
“Jadi sayang sekali itu. Kita sudah fasilitasi, tapi ada mundur, jadinya harus cari pengganti,” tambahnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, untuk lebih aktif memantau kanal informasi resmi. Partisipasi aktif dinilai menjadi kunci agar program-program yang telah dirancang dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.
Selain itu, Baznas KSB juga mulai mengarahkan kebijakan program ke arah yang lebih produktif dan berkelanjutan. Pergeseran ini dilakukan dengan mengurangi bantuan yang bersifat konsumtif dan memperkuat program pemberdayaan yang berdampak jangka panjang.
Salah satu langkah yang ditempuh adalah pembenahan mekanisme bantuan pendidikan, khususnya bagi mahasiswa tingkat akhir. Jika sebelumnya bantuan diberikan secara umum, kini Baznas menerapkan persyaratan yang lebih ketat, seperti kewajiban melampirkan proposal skripsi atau tesis sebagai bukti validitas kebutuhan.
Kebijakan ini bertujuan memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran dan mendukung produktivitas akademik penerima manfaat.
Dalam pelaksanaannya, Baznas KSB menegaskan komitmennya terhadap prinsip transparansi. Seluruh informasi terkait program, mulai dari penyaluran bantuan hingga peluang pelatihan, terus dipublikasikan melalui media sosial dan situs web resmi yang dikelola oleh tim teknologi informasi.
Tabrani mengajak masyarakat, khususnya generasi muda dan angkatan kerja di KSB, untuk lebih aktif mengikuti kanal resmi Baznas agar tidak ketinggalan informasi.
“Kami berharap masyarakat, terutama generasi muda untuk lebih welcome dengan kanal informasi kami. Semua program terbuka untuk publik. Mari bersama-sama berkarya melalui program-program yang telah kami siapkan,” tutupnya. (Gbw)