PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Bale Para Perkuat Pemberdayaan Masyarakat KSB

Yayasan Bale Para Dita (Bale Para) terus mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui pendekatan berbasis komunitas.

E
Penulis Editor
Tanggal 20 Oct 2026, 12:49 WITA
Bale Para Perkuat Pemberdayaan Masyarakat KSB
Momen Foto Bersama Yayasan Bale Para Dita usai audiensi bersama Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat, dr Carlov Sitompul di Aula Dikes KSB, Jumat (16/10)

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Yayasan Bale Para Dita (Bale Para) terus mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui pendekatan berbasis komunitas. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat peran masyarakat dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan, terutama bagi perempuan dan anak.

Bale Para menilai persoalan kesehatan tidak cukup ditangani melalui pelayanan medis formal, tetapi juga membutuhkan upaya promotif dan preventif yang melibatkan masyarakat secara langsung. Karena itu, pendampingan dilakukan hingga tingkat akar rumput dengan menempatkan warga sebagai pelaku utama perubahan di lingkungan mereka.

Pendekatan tersebut sekaligus menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk memperoleh pengetahuan, menyampaikan aspirasi, serta saling memberikan dukungan dalam menghadapi berbagai persoalan sosial dan kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, Bale Para memprioritaskan tiga isu utama yang dinilai berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia di KSB. Ketiganya meliputi penguatan kesehatan mental perempuan dan anak, pencegahan perkawinan anak, serta percepatan penurunan angka stunting.

Pada aspek kesehatan mental, Bale Para mendorong edukasi psikososial sekaligus membangun pemahaman masyarakat untuk mengurangi stigma terhadap persoalan kesehatan mental. Sementara itu, pencegahan perkawinan anak diarahkan untuk melindungi hak generasi muda, khususnya dalam memperoleh pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

Adapun dalam upaya penurunan stunting, Bale Para menggerakkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi keluarga, pemanfaatan pangan lokal, serta pengasuhan yang optimal selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Untuk memperkuat pelaksanaan program, Bale Para mengombinasikan pendampingan langsung di tingkat desa dengan koordinasi dan kolaborasi bersama pemerintah daerah serta berbagai pihak terkait.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni membangun dialog strategis dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat melalui Dinas Kesehatan (Dikes) KSB. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menyelaraskan gerakan berbasis komunitas dengan program pembangunan daerah, terutama dalam mendukung pilar KSB Maju Kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa Barat,  dr  Carlov Sitompul, menyambut positif inisiatif kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan komunitas lokal dan partisipasi aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung pelaksanaan program kesehatan daerah.

“Kolaborasi ini harapannya mendukung salah satu pilar KSB Maju, yakni Maju Kesehatan. Sentuhan komunitas lokal dan partisipasi aktif masyarakat menjadi hal penting saat program ini direalisasikan,” ungkapnya pada Jumat (16/10).

Melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan, Bale Para berharap dapat mendorong terbentuknya lingkungan sosial yang lebih peduli dan melindungi perempuan serta anak. Upaya ini juga diharapkan berkontribusi dalam melahirkan generasi Sumbawa Barat yang sehat secara fisik, kuat secara mental, dan memiliki daya saing. (Gbw)

Catatan Redaksi: Artikel ini telah mengalami perbaikan pada Rabu, 21 Oktober 2026. Kami meralat informasi mengenai status hubungan antara Dinkes KSB, Yayasan Bale Para Dita dan Project Hope. Sebelumnya tertulis pihak Bale Para dan Project Hope menjajaki kerja sama, namun informasi yang benar adalah kedua instansi tersebut saat ini belum terikat kerja sama resmi. Kami memohon maaf atas kekeliruan informasi sebelumnya.

Bagikan Berita Ini: