PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Atasi Persoalan SDN Kanar, Dikbud Koordinasi dengan Bapperida

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, terus mencari solusi untuk mengatasi persoalan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Kanar Kecamatan Labuhan Badas.

E
Penulis Editor
Tanggal 10 Aug 2026, 18:18 WITA
 Atasi Persoalan SDN Kanar, Dikbud Koordinasi dengan Bapperida
Dinas Dikbud Sumbawa terus mengupayakan pemenuhan fasilitas di SDN Kanar dan sekolah-sekolah lain yang membutuhkan.

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, terus mencari solusi untuk mengatasi persoalan sarana dan prasarana pendidikan di SD Negeri Kanar Kecamatan Labuhan Badas. Salah satu langkah yang akan ditempuh, yakni berkoordinasi dengan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa, Mohammad Husnul Alwan, mengatakan pihaknya memberi perhatian terhadap kondisi SDN Kanar. Sekolah tersebut kekurangan ruang belajar karena jumlah rombongan belajar (rombel) melebihi ruang kelas yang tersedia.

“Kalau di SDN Kanar, persoalannya adalah rombongan belajar lebih banyak dari ruang kelas. Sehingga, kelebihan itulah yang menjadi PR Dinas Dikbud,” katanya, Jumat (7/8/).

Alwan mengatakan Dinas Dikbud menindaklanjuti arahan Wakil Bupati Sumbawa untuk segera mencari solusi atas persoalan tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Bapperida, guna membahas kebutuhan ruang belajar serta perbaikan fasilitas sekolah yang mengalami kerusakan.

Dinas Dikbud berharap koordinasi tersebut menghasilkan langkah penanganan yang tepat. Pemerintah akan memenuhi kebutuhan sekolah secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kemampuan anggaran. Upaya itu juga bertujuan memastikan siswa tetap mengikuti pembelajaran dengan aman dan nyaman.

Namun, Alwan menegaskan Dinas Dikbud tidak hanya fokus pada SDN Kanar. Pihaknya juga memetakan kebutuhan sarana dan prasarana sekolah lain di seluruh Kabupaten Sumbawa. Bahkan, sejumlah sekolah memiliki kondisi yang dinilai lebih membutuhkan penanganan dibandingkan SDN Kanar.

“Apa yang menjadi kebutuhan akan dipenuhi. Tidak hanya SDN Kanar, tetapi juga SD Negeri lainnya di Kabupaten Sumbawa. Malahan, ada sekolah yang lebih parah kondisinya dari SDN Kanar,” ujarnya.

Karena itu, Dinas Dikbud akan menindaklanjuti kebutuhan sekolah berdasarkan kondisi dan skala prioritas. Pihaknya tidak membeda-bedakan sekolah, dalam memberikan perhatian terhadap kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan.

Alwan mengatakan, keterbatasan kemampuan keuangan daerah menjadi salah satu kendala dalam memenuhi seluruh kebutuhan sekolah. Untuk mengatasinya, Dinas Dikbud juga mencari sumber pembiayaan dari pemerintah pusat. Salah satunya, melalui program Revitalisasi Sekolah.

Menurut Alwan, program tersebut dapat membantu sekolah memperbaiki maupun meningkatkan fasilitas pendidikan. Pemerintah pusat menjalankan program Revitalisasi Sekolah, sebagai bagian dari kebijakan Presiden RI di bidang pendidikan.

“Revitalisasi Sekolah ini sendiri merupakan program dari Presiden RI,” katanya.

Sejalan dengan program tersebut, Dinas Dikbud meminta seluruh sekolah melengkapi persyaratan untuk mengusulkan program Revitalisasi Sekolah. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), telah menyediakan aplikasi untuk mengusulkan sekolah yang membutuhkan program tersebut.

Karena itu, Dinas Dikbud mengimbau sekolah aktif mengisi aplikasi dan melengkapi seluruh persyaratan. Langkah tersebut akan membuka peluang bagi sekolah untuk memperoleh dukungan anggaran dari pemerintah pusat sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Sambil menunggu penanganan melalui anggaran daerah maupun pusat, Dinas Dikbud juga mendorong sekolah mencari solusi atas keterbatasan ruang belajar. Salah satunya dengan memanfaatkan ruang terbuka sebagai lokasi pembelajaran jika kondisi memungkinkan.

Alwan mengatakan kegiatan belajar tidak harus selalu berlangsung di dalam kelas. Sekolah dapat memanfaatkan ruang terbuka yang aman dan nyaman ketika jumlah rombel tidak sebanding dengan ruang kelas yang tersedia.

“Banyak juga sekolah yang melakukan pembelajaran di luar kelas, yakni di ruang terbuka. Jadi, ruang terbuka itu dijadikan tempat yang aman buat mereka (murid, Red.) belajar,” jelasnya.

Alwan menambahkan sekolah harus menyesuaikan pemanfaatan ruang terbuka dengan kondisi lingkungan. Sekolah juga perlu memastikan kegiatan belajar tetap berjalan dengan baik serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan siswa.

Untuk kebutuhan meja dan kursi siswa, sekolah dapat memenuhinya secara bertahap melalui dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) sesuai ketentuan yang berlaku. Sekolah dapat mengambil langkah tersebut sembari Dinas Dikbud mencari dukungan anggaran dari sumber lainnya.

Alwan menegaskan, Dinas Dikbud Kabupaten Sumbawa tetap berkomitmen memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap. Keterbatasan anggaran, kata dia, tidak boleh menghentikan upaya pemerintah mencari solusi.

Termasuk untuk SDN Kanar, Dinas Dikbud akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait. Pihaknya berharap pemerintah dapat segera menangani kekurangan ruang belajar dan kerusakan fasilitas sekolah, sehingga siswa tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan aman dan nyaman. (Gar)



Bagikan Berita Ini: