Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumbawa, H Faisal SAg MMInov, mendorong Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) Kabupaten Sumbawa memperkuat profesionalisme, kompetensi, integritas, dan soliditas penghulu serta kepala Kantor Urusan Agama (KUA). Penguatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Faisal menyampaikan hal itu, menyusul pengukuhan 51 pengurus APRI Kabupaten Sumbawa masa bakti 2026-2030. Pengukuhan berlangsung di Aula KUA Kecamatan Sumbawa, Senin (10/8) lalu.
Menurut Faisal, APRI tidak semestinya hanya menjadi wadah organisasi profesi. Organisasi tersebut harus mampu menjadi ruang bersama bagi penghulu dan kepala KUA untuk meningkatkan kapasitas, bertukar pengalaman, serta mengembangkan inovasi pelayanan.
Ia menilai tantangan pelayanan keagamaan semakin kompleks seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat. Karena itu, penghulu dan kepala KUA perlu terus meningkatkan kompetensi agar mampu memberikan pelayanan yang profesional, cepat, transparan, humanis, dan berintegritas.
“APRI harus menjadi wadah untuk memperkuat profesionalisme, kompetensi, integritas, dan soliditas para penghulu dan kepala KUA. Tantangan pelayanan keagamaan ke depan semakin kompleks, sehingga diperlukan sumber daya manusia yang terus belajar, berinovasi, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Faisal kepada GaungNUSRA, Selasa (11/8).
Ia berharap kepengurusan APRI Kabupaten Sumbawa yang baru dikukuhkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendorong peningkatan mutu pelayanan KUA. Menurutnya, tugas penghulu tidak sebatas melaksanakan pencatatan nikah dan rujuk.
Penghulu juga memiliki peran strategis dalam memberikan bimbingan perkawinan, membangun ketahanan keluarga, memberikan konsultasi keagamaan, serta ikut menciptakan kehidupan sosial masyarakat yang harmonis.
“Harapan kami, APRI dapat menjadi motor penggerak peningkatan mutu pelayanan keagamaan di Kabupaten Sumbawa. Para penghulu harus mampu memberikan pelayanan yang cepat, transparan, humanis, profesional, dan berintegritas,” katanya.
Faisal juga meminta APRI memperkuat kolaborasi dengan Kemenag, Pemerintah Kabupaten Sumbawa, organisasi keagamaan, tokoh masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Menurutnya, kerja sama lintas sektor akan membuat pelayanan KUA semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.
Kolaborasi itu, lanjutnya, juga diperlukan untuk merespons berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan urusan nikah dan rujuk, pembinaan keluarga, ketahanan keluarga, serta pelayanan keagamaan lainnya.
“APRI harus mampu melahirkan inovasi pelayanan, memperkuat budaya berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia penghulu dan kepala KUA. Dengan demikian, keberadaan APRI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegasnya.
Pengukuhan 51 pengurus APRI Kabupaten Sumbawa periode 2026-2030 menjadi momentum untuk memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan profesionalisme penghulu dan kepala KUA. Kepala Kemenag Kabupaten Sumbawa mengukuhkan langsung kepengurusan tersebut.
Prosesi pengukuhan turut disaksikan Wakil Ketua I Pengurus Wilayah (PW) APRI NTB, H Sudirman SAg MMInov, Kepala Subbagian Tata Usaha Kemenag Sumbawa, H Syamsul Munir SHI, serta Plt Kasi Bimas Islam Kemenag Sumbawa, Suryadin SE.
Sebanyak 51 pengurus yang dikukuhkan terdiri atas 20 kepala KUA se-Kabupaten Sumbawa, 28 penghulu, serta tiga anggota atau unsur pendukung. Mereka akan menjalankan amanah organisasi selama empat tahun berdasarkan susunan kepengurusan tertanggal 22 Juni 2026.
Untuk periode 2026-2030, APRI Kabupaten Sumbawa mempercayakan kepemimpinan organisasi kepada Sutardi SAg, sebagai ketua. Ia didampingi H Sofyan SAg, sebagai wakil ketua.
Jabatan sekretaris dipercayakan kepada Heri Juanto SPdI, sedangkan posisi bendahara diemban Ahmad Junaidi SAg dan Madroni SHI.
Dengan kepengurusan baru tersebut, APRI Kabupaten Sumbawa diharapkan semakin aktif menjalankan fungsi organisasi dan memperkuat peran penghulu serta kepala KUA sebagai ujung tombak pelayanan keagamaan.
Organisasi profesi itu juga diharapkan mampu menjadi wadah pengembangan kompetensi dan profesi penghulu, sekaligus motor penggerak peningkatan mutu pelayanan. Dengan begitu, KUA semakin dekat dengan masyarakat, dipercaya, dan mampu memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sosial dan keagamaan di Kabupaten Sumbawa. (Gac)