Sumbawa Besar, GaungNUSRA
SD Negeri 16 Sumbawa mulai memperkenalkan pendidikan pencegahan perundungan atau bullying kepada peserta didik, melalui pendekatan yang disesuaikan dengan jenjang usia. Salah satu bentuknya, siswa kelas tinggi akan diajarkan membuat poster hingga kampanye anti-bullying berbasis coding.
Kepala SDN 16 Sumbawa, Hatifah SPdSD, mengatakan materi pencegahan bullying menjadi bagian dari program pembelajaran kokurikuler yang akan diterapkan di sekolah. Program tersebut dikembangkan, agar siswa tidak hanya memahami dampak perundungan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan positif melalui karya digital.
"Untuk kelas tinggi nanti akan dikenalkan coding yang diterapkan untuk membuat poster maupun kampanye anti-bullying. Pelaksanaannya tentu disesuaikan dengan tingkat kelas dan usia peserta didik," ujarnya, Senin (13/7).
Menurut Hatifah, materi anti-bullying juga mulai dikenalkan kepada siswa baru dalam rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Meski demikian, pelaksanaannya tetap mengacu pada pedoman resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian MPLS di SDN 16 Sumbawa disusun berdasarkan ketentuan pemerintah. Mulai dari pembukaan yang melibatkan orang tua siswa, pengenalan lingkungan sekolah, hingga penyampaian materi wajib selama lima hari pelaksanaan. Dimana pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN 16 Sumbawa sepenuhnya mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah, serta Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 198 Tahun 2026 tentang Uraian Materi dan Rujukan Pelaksanaan MPLS Ramah. Kedua regulasi tersebut menjadi pedoman penyusunan seluruh rangkaian kegiatan.
"Kami murni merujuk pada dua regulasi tersebut. Materi dari hari pertama sampai hari kelima sudah disiapkan oleh kementerian, lengkap dengan rujukan pelaksanaannya," kata Hatifah.
Hatifah menegaskan, sekolah tidak menambahkan materi di luar ketentuan yang telah ditetapkan. Seluruh kegiatan utama selama MPLS tetap merujuk pada regulasi dan panduan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara program sekolah hanya disisipkan sebagai pengenalan budaya sekolah.
"Alhamdulillah untuk pelaksanaan MPLS hari pertama berjalan dengan lancar," pungkasnya. (Gar)