Sumbawa Besar, GaungNUSRA
PT AMMAN dan Universitas Teknologi Sumbawa (UTS) mendorong perluasan literasi kecerdasan buatan (AI) melalui program AI Ready ASEAN yang digelar di UTS, 12–13 Agustus 2026.
Program yang didukung Google.org dan ASEAN Foundation tersebut membekali peserta dengan pemahaman dasar AI, penggunaan tools AI, etika dan keamanan digital, serta perkembangan teknologi AI agent.


Senior Manager Social Impact AMMAN, Aji Suryanto, mengatakan literasi AI diperlukan karena teknologi tersebut semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di lingkungan pendidikan dan industri.
Menurutnya, AI harus ditempatkan sebagai alat bantu untuk meningkatkan efektivitas pekerjaan tanpa menghilangkan kemampuan manusia dalam berpikir kritis dan kreatif.
“AI untuk membantu manusia, bukan untuk menggantikan. Jangan sampai kita semakin tergantung dengan AI,” katanya.
Trainer Kaizen Collaborative Impact, Rizqika Alya Anwar, mengatakan AI Ready ASEAN merupakan program literasi AI yang menargetkan 5,5 juta masyarakat di 10 negara ASEAN.
“Harapannya, 5,5 juta masyarakat di ASEAN bisa lebih terliterasi dan menggunakan AI secara bertanggung jawab dan bijak,” ujarnya.
Di UTS, pelatihan berlangsung selama dua hari dengan empat materi utama, yakni AI Fundamental, AI Usage & Implementation, Scam Ready ASEAN & Digital Safety, serta Ethics and Privacy in AI Use.
Peserta juga diperkenalkan dengan konsep AI agent, yaitu teknologi AI yang dapat menjalankan pekerjaan secara lebih otomatis.
“AI bukan hanya bisa menjadi asisten, tetapi sekarang juga bisa menjadi AI agent yang dapat melakukan pekerjaan secara otomatis,” jelas Rizqika.
Program tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Melalui skema Training of Trainers (ToT), peserta terpilih akan dipersiapkan untuk menyebarluaskan literasi AI ke sekolah dan masyarakat.
Aji mengatakan karyawan AMMAN yang memiliki kemampuan digital serta perwakilan universitas akan dilibatkan sebagai trainer.
“Pelatihan ini tidak berhenti di workshop ini saja. Kami juga melakukan training of trainer agar literasi ini bisa diperluas ke masyarakat dan sekolah-sekolah sekitar,” katanya.
Di sisi industri, AMMAN juga telah mengembangkan pemanfaatan AI sebagai bagian dari transformasi digital perusahaan dari hulu hingga hilir.
AI digunakan untuk membantu proses pertambangan, termasuk mendukung peningkatan recovery, serta mempercepat pekerjaan pada fungsi teknologi informasi, supply chain management dan keuangan.
“Teknologi ini sangat membantu mempercepat pekerjaan dan pengambilan keputusan, walaupun tetap harus disupervisi oleh manusia,” ujar Aji.
Sementara itu, Wakil Rektor IV UTS Muhammad Iqbal MMInov, menyambut baik program tersebut. Ia menilai pemanfaatan AI perlu diimbangi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, etika dan keamanan digital.
Dalam kegiatan tersebut, AMMAN dan UTS juga menandatangani Kesepakatan Bersama tentang kerja sama pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat dan kemahasiswaan.
Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi dunia industri dan perguruan tinggi dalam pengembangan sumber daya manusia di NTB. (Glu)