PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

48 Peserta Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II Sumbawa

Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali memperkuat program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Tahun Anggaran 2026.

E
Penulis Editor
Tanggal 18 Sep 2026, 12:19 WITA
 48 Peserta Ikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi Tahap II Sumbawa
Buka PBK Tahap II 2026, Sekda Sumbawa Dorong 48 Peserta Latihan Vokasi Kuasai PLC, Desain Grafis, dan Barista

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali memperkuat program peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap II Tahun Anggaran 2026.

Sekda Sumbawa, Dr H Budi Prasetiyo, membuka langsung pelatihan tersebut di Ruang Rapat Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Sumbawa, Kamis (17/9).

Kegiatan itu turut dihadiri Kepala Disnakertrans Kabupaten Sumbawa H Khaeruddin SE MSi, para kepala bidang, Kepala UPTD Balai Latihan Kerja (BLK), instruktur, serta peserta pelatihan.

Kepala Disnakertrans Sumbawa dalam laporannya menyampaikan, pihaknya menyelenggarakan PBK berdasarkan regulasi nasional dan daerah. Regulasi tersebut antara lain Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Pelatihan Vokasi, Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional, serta Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 18 Tahun 2022.

Disnakertrans menggunakan APBD Kabupaten Sumbawa untuk membiayai seluruh rangkaian kegiatan. Anggaran tersebut melekat pada DPA Disnakertrans melalui subkegiatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan bagi Pencari Kerja Berdasarkan Klaster Kompetensi.

“Pelatihan vokasi ini bertujuan membekali, mengalihkan, dan meningkatkan kompetensi kerja peserta agar mampu memenuhi kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja atau DUDI, serta mampu berwirausaha secara mandiri,” kata Khaeruddin.

Program tersebut mendapat respons tinggi dari masyarakat. Disnakertrans mencatat 152 orang mendaftar untuk mengikuti PBK Tahap II 2026. Setelah melalui proses seleksi, sebanyak 48 peserta dinyatakan lolos.

Disnakertrans membagi 48 peserta itu ke dalam tiga kejuruan prioritas. Masing-masing kejuruan menampung 16 peserta.

Peserta mengikuti kejuruan Pengoperasian Instalasi Kontrol Listrik Industri Berbasis Programmable Logic Controller (PLC), Desain Grafis, dan Barista.

Pelatihan Pengoperasian Instalasi Kontrol Listrik Industri Berbasis PLC berlangsung mulai 17 September hingga 16 November 2026. Sementara pelatihan Desain Grafis dimulai 1 Oktober dan berakhir 16 November 2026.

Adapun pelatihan Barista akan berlangsung mulai 15 Oktober hingga 16 November 2026.

Disnakertrans juga melaporkan capaian PBK Tahap I Tahun 2026. Seluruh peserta yang mengikuti tahap pertama dinyatakan lulus uji kompetensi.

Sebanyak 16 peserta kejuruan Operator Alat Berat bahkan telah memperoleh Surat Izin Operator (SIO) dari Kementerian Ketenagakerjaan RI.

Sementara itu, 16 peserta kejuruan Teknisi AC telah lulus uji sertifikasi yang diselenggarakan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Logam dan Mesin Indonesia. Peserta kini tinggal menunggu penerbitan sertifikat dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Untuk peserta kejuruan Las 6G, Disnakertrans masih menjalankan pelatihan hingga 30 September 2026. Peserta selanjutnya akan mengikuti uji kompetensi pada 1-2 Oktober 2026.

Sekda Sumbawa Budi Prasetiyo mengapresiasi capaian Disnakertrans dan UPTD BLK Sumbawa dalam pelaksanaan program pelatihan tersebut.

Menurutnya, pemerintah daerah perlu terus memperkuat kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu menghadapi kebutuhan pasar kerja yang terus berkembang.

“Dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga mampu berkompetisi. Oleh karena itu, manfaatkan kesempatan pelatihan ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan, keterampilan, dan kepercayaan diri,” kata Budi.

Ia meminta peserta mengikuti seluruh tahapan pelatihan dengan disiplin. Peserta juga harus membangun sikap profesional dan mampu bekerja sama selama mengikuti proses pembelajaran.

Budi menegaskan, peserta tidak cukup hanya menguasai keterampilan teknis. Mereka juga perlu mengembangkan kemampuan nonteknis, kedisiplinan, karakter, serta etika kerja.

“Selama mengikuti pelatihan, saya berharap seluruh peserta dapat menunjukkan sikap profesional, disiplin, taat terhadap ketentuan, serta mampu membangun kerja sama yang baik,” ujarnya.

Ia meminta peserta terus mengembangkan kompetensi setelah menyelesaikan pelatihan. Menurutnya, kebutuhan dunia kerja terus berubah sehingga tenaga kerja harus mampu menyesuaikan keterampilan dengan perkembangan tersebut.

“Pelatihan ini merupakan sebuah proses awal. Kompetensi yang diperoleh hendaknya terus dikembangkan seiring dengan perkembangan kebutuhan dunia kerja,” pesan Budi.

Pemkab Sumbawa juga mendorong penguatan sarana dan prasarana UPTD BLK. Pemerintah daerah menyiapkan instruktur yang kompeten dan mendorong keterlibatan pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk memberikan materi pembanding kepada peserta.

Kegiatan pembukaan kemudian dilanjutkan dengan pelaksanaan pelatihan bagi 48 peserta sesuai kejuruan masing-masing. (Gam)



Bagikan Berita Ini: