PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

267 Balita Stunting Taliwang Jadi Perhatian

Sebanyak 267 balita stunting di Kecamatan Taliwang masih membutuhkan perhatian dan pendampingan serius. Penanganannya tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan makanan bergizi.

E
Penulis Editor
Tanggal 10 Aug 2026, 18:03 WITA
 267 Balita Stunting Taliwang Jadi Perhatian
Pemkab Sumbawa Barat menggelar Intervensi Serentak dan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Taliwang dan Brang Ene.

Sumbawa Barat, GaungNUSRA 

Sebanyak 267 balita stunting di Kecamatan Taliwang masih membutuhkan perhatian dan pendampingan serius. Penanganannya tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan makanan bergizi. Tetapi harus menyentuh berbagai persoalan yang memengaruhi tumbuh kembang anak, mulai dari kesehatan, pola asuh, sanitasi, kondisi rumah hingga lingkungan keluarga.

Jumlah tersebut menjadi salah satu sasaran dalam Intervensi Serentak Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting yang digelar Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Jumat (7/8). Kegiatan yang dirangkaikan dengan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) itu menyasar Kecamatan Taliwang dan Brang Ene.

Intervensi dilakukan langsung di Posyandu untuk memastikan kondisi anak dan keluarga sasaran dapat dipantau secara lebih dekat. Pola tersebut dinilai penting karena persoalan stunting tidak berdiri sendiri. Status gizi anak berkaitan erat dengan kesehatan ibu, pola pengasuhan, ketersediaan pangan, sanitasi, kebersihan lingkungan, serta kemampuan keluarga memenuhi kebutuhan dasar anak.

Di Kecamatan Taliwang, kegiatan dipusatkan di Posyandu Tanah Mirah dan Posyandu Kota Baru, Kelurahan Dalam. Sebanyak 267 balita stunting tercatat masih membutuhkan perhatian bersama.

Pemerintah daerah tidak ingin penanganan terhadap ratusan balita tersebut berhenti pada pemberian bantuan. Pendampingan keluarga dan pemantauan kondisi anak perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui perkembangan kesehatan sekaligus memastikan intervensi yang diberikan benar-benar memberikan dampak.

Sementara di Kecamatan Brang Ene, intervensi berlangsung di Posyandu Mawar Putih 1, Desa Kalimantong. Enam balita menjadi sasaran prioritas dan mendapatkan paket bantuan gizi.

Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj Hanipah SPt MMInov, yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) KSB, mengingatkan bahwa keberhasilan pencegahan stunting sangat bergantung pada keterlibatan keluarga.

Orang tua, kata dia, memiliki peran penting dalam memastikan kebutuhan anak terpenuhi, terutama kebutuhan gizi. Perhatian terhadap tumbuh kembang anak juga harus dilakukan sejak dini sehingga setiap perubahan kondisi dapat segera diketahui dan ditangani.

“Kepada para orang tua, saya berharap untuk betul-betul memperhatikan anak-anak kita, terutama terkait status gizinya,” ujar Wabup.

Intervensi di Taliwang juga diisi dengan pelayanan Posyandu bagi masyarakat. Layanan tersebut tidak hanya menyasar balita, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui hingga lanjut usia.

Pelayanan yang dilakukan secara terpadu tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pencegahan stunting dari hulu. Perhatian terhadap kesehatan ibu sejak masa kehamilan menjadi penting karena kondisi ibu turut menentukan kesehatan dan pertumbuhan anak setelah lahir.

Sementara itu, masyarakat di Brang Ene juga mendapatkan akses layanan Agen Gotong Royong (AGR). Selain pelayanan kepada masyarakat, AGR turut memberikan informasi mengenai sejumlah program KSB Maju.

Di tingkat desa dan kelurahan, pendampingan terhadap keluarga sasaran akan terus diperkuat. Lurah, Tim Penggerak PKK, kader Posyandu dan tenaga kesehatan diminta tidak hanya mendampingi keluarga yang sudah masuk dalam data sasaran, tetapi juga aktif menemukan potensi kasus baru.

Pemantauan tersebut penting agar tidak ada balita yang luput dari perhatian. Demikian pula ibu hamil dan ibu menyusui yang membutuhkan dukungan kesehatan dan pendampingan sejak awal.

Pemerintah daerah menilai penanganan stunting membutuhkan kerja bersama dan konsistensi. Bantuan gizi hanya menjadi salah satu bagian dari intervensi. Setelah bantuan diberikan, kondisi penerima harus tetap dipantau untuk melihat perkembangan dan kebutuhan berikutnya.

Intervensi serentak selanjutnya akan dilanjutkan ke kecamatan lain di Kabupaten Sumbawa Barat. Pemerintah menargetkan pelayanan kesehatan dan pendampingan dapat menjangkau lebih banyak sasaran, terutama balita, ibu hamil dan ibu menyusui.

Dengan pendekatan hingga tingkat Posyandu, pemerintah berharap persoalan yang dihadapi keluarga dapat diketahui secara lebih cepat. Intervensi pun diharapkan menjadi lebih tepat sasaran, bukan hanya untuk menangani balita yang telah mengalami stunting, tetapi juga mencegah munculnya kasus baru. (Gad/Hms)



Bagikan Berita Ini: