Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Sebanyak 20 desa di Kabupaten Sumbawa bersiap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak pada 7 September 2026. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa terus mematangkan seluruh tahapan pelaksanaan, termasuk menyiapkan proses uji kompetensi bagi calon kepala desa yang berjumlah lebih dari lima orang.
Sekretaris DPMD Kabupaten Sumbawa, I Made Patrya AP, mengatakan dua dari 20 desa yang akan menggelar Pilkades harus menjalani tahapan uji kompetensi calon kepala desa. Kedua desa tersebut yakni Desa Dete Kecamatan Lape, dan Desa Nijang Kecamatan Unter Iwes.
“Dua desa ini harus mengikuti tes karena jumlah calonnya lebih dari lima orang,” kata I Made Patrya dalam keterangan pers, Kamis (13/8).
Ia menjelaskan, DPMD akan melaksanakan uji kompetensi tersebut pada 18 Agustus mendatang. DPMD telah menjalin kerja sama dengan Universitas Samawa (Unsa) untuk melaksanakan proses pengujian terhadap para calon kepala desa.
Menurut Made Patrya, tim dari Unsa akan menangani pelaksanaan uji kompetensi dengan materi yang berkaitan dengan wawasan dan pengetahuan yang harus dimiliki calon kepala desa.
“Tim uji tes nantinya dari Unsa. Materi tes berkaitan dengan wawasan dan pengetahuan sebagai calon kepala desa,” ujarnya.
DPMD menyiapkan tahapan tersebut untuk memastikan seluruh calon yang mengikuti kontestasi memenuhi ketentuan yang berlaku. Pemerintah daerah juga terus memantau setiap tahapan agar pelaksanaan Pilkades berjalan sesuai jadwal.
Selain mempersiapkan tahapan teknis, DPMD mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang pelaksanaan Pilkades. DPMD meminta seluruh pihak menahan diri dan menjaga suasana tetap kondusif selama proses pemilihan berlangsung.
“Kami meminta seluruh masyarakat di desa yang akan mengadakan Pilkades pada 7 September mendatang untuk menjaga Kamtibmas,” kata Made Patrya.
Ia menegaskan, Pilkades merupakan proses demokrasi di tingkat desa yang melibatkan banyak kepentingan masyarakat. Karena itu, seluruh pihak harus menghormati setiap tahapan dan memberikan ruang kepada masyarakat untuk menentukan pilihannya secara aman dan tertib.
DPMD juga telah melakukan koordinasi dengan aparat keamanan. Pada pekan sebelumnya, DPMD bertemu dengan jajaran Kepolisian dan Kodim 1607 Sumbawa untuk membahas pengamanan serta pengawasan pelaksanaan Pilkades.
Hasil koordinasi tersebut menyepakati penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan. Mereka akan mengawal tahapan Pilkades sekaligus mengantisipasi potensi gangguan keamanan yang dapat muncul selama proses pemilihan.
“Jadi, selain tim kabupaten yang dibentuk untuk memantau dan memonitor pelaksanaan Pilkades di 20 desa, kami juga bersinergi dengan pihak kepolisian dan Kodim 1607 Sumbawa,” pungkasnya. (Gad)