PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Wisata Kerakyatan Terkendala Minim Penggerak Muda

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, terus mengembangkan wisata kerakyatan sebagai salah satu sektor unggulan yang diproyeksikan menjadi penopang ekonomi daerah pada era pascatambang.

E
Penulis Editor
Tanggal 31 Jul 2026, 14:49 WITA
 Wisata Kerakyatan Terkendala Minim Penggerak Muda
Disparpora Sumbawa Barat keluhkan minimnya pemuda yang mau jadi penggerak wisata kerakyatan karena lebih memilih bekerja di sektor tambang. Pemkab menegaskan pariwisata tetap jadi tumpuan ekonomi jangka panjang era pascatambang.

Sumbawa Barat, GaungNUSRA 

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, terus mengembangkan wisata kerakyatan sebagai salah satu sektor unggulan yang diproyeksikan menjadi penopang ekonomi daerah pada era pascatambang. Namun, upaya tersebut masih menghadapi tantangan besar berupa minimnya keterlibatan pemuda yang bersedia menjadi penggerak di lapangan.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat, H Nurdin Rahman SE mengatakan, pengembangan wisata kerakyatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan destinasi. Tetapi juga memerlukan sumber daya manusia yang mampu mengelola dan menggerakkan aktivitas pariwisata secara berkelanjutan.

Menurut dia, pemerintah daerah telah menyiapkan konsep pengembangan wisata kerakyatan yang matang. Namun, implementasi di lapangan belum berjalan optimal karena terbatasnya jumlah pemuda yang bersedia terlibat dalam pengelolaan destinasi wisata.

"Kendala utama kami adalah kekurangan tim pemuda penggerak. Beberapa pemuda yang sempat kami kumpulkan dan bina justru beralih bekerja ke sektor pertambangan," ujar Nurdin, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, keberhasilan wisata kerakyatan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan kelompok pemuda. Kehadiran pemuda dinilai menjadi elemen penting karena mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak berbagai aktivitas wisata, mulai dari pengelolaan destinasi, pelayanan kepada wisatawan, hingga promosi potensi daerah.

Namun, tingginya minat bekerja di sektor pertambangan menjadi tantangan tersendiri. Nurdin menilai sektor tambang menawarkan pendapatan yang lebih cepat. Sehingga, banyak pemuda memilih meninggalkan program pemberdayaan yang telah disiapkan pemerintah.

"Tak dimungkiri, mereka memilih tambang karena hasilnya langsung terlihat. Sementara pengembangan pariwisata tidak bisa instan. Hasilnya membutuhkan proses yang panjang, bukan satu atau dua tahun," katanya.

Meski demikian, pemerintah daerah tetap berkomitmen mendorong pengembangan wisata kerakyatan sebagai investasi jangka panjang bagi perekonomian daerah. Sektor pariwisata dinilai memiliki prospek besar karena mampu menggerakkan ekonomi masyarakat melalui berbagai usaha pendukung, seperti kuliner, kerajinan, jasa, hingga pengelolaan destinasi berbasis komunitas.

Nurdin berharap kesadaran dan partisipasi pemuda dalam pembangunan sektor pariwisata terus meningkat. Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi faktor penting untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat menghadapi masa transisi pascatambang.

"Ke depan kami berharap semakin banyak pemuda yang melihat pariwisata sebagai peluang usaha dan pengabdian bagi daerah. Wisata kerakyatan memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pilar utama ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat pada masa mendatang," ujarnya. (Gbw) 

Bagikan Berita Ini: