PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Waspada! Rob Ancam Pesisir Lombok hingga Bima

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang berpeluang melanda sejumlah wilayah pesisir di Pulau Lombok

E
Penulis Editor
Tanggal 27 Jul 2026, 17:44 WITA
 Waspada! Rob Ancam Pesisir Lombok hingga Bima
BMKG merilis peringatan dini potensi banjir rob di sejumlah wilayah pesisir Lombok, Sumbawa, dan Bima yang berlaku hingga 1 Agustus 2026

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir rob yang berpeluang melanda sejumlah wilayah pesisir di Pulau Lombok, Sumbawa, dan Bima. Peringatan tersebut berlaku mulai 26 Juli 2026 pukul 08.00 Wita hingga 1 Agustus 2026 pukul 13.00 Wita, seiring adanya potensi pasang maksimum air laut yang dapat memicu genangan di kawasan pesisir dan dataran rendah.

Kepala Stasiun BMKG Bandara Zainuddin Abdul Majid Lombok Tengah, Satria Topan Primadi, mengatakan masyarakat yang bermukim di wilayah pesisir, bantaran sungai, maupun kawasan yang memiliki elevasi rendah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir rob selama periode tersebut.

"Potensi banjir rob dipengaruhi oleh pasang maksimum air laut yang diprakirakan mencapai 1,9 meter. Masyarakat di wilayah pesisir diharapkan tetap waspada dan siaga terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, terutama genangan air laut yang masuk ke daratan," ujar Satria dalam keterangan terulisnya, Minggu (26/7).

Berdasarkan prakiraan BMKG, kondisi cuaca di perairan Lembar dan Sape selama periode peringatan umumnya cerah hingga hujan ringan. Angin diprakirakan bertiup dari arah timur hingga selatan dengan kecepatan berkisar 5–25 knot. Sementara tinggi gelombang berada pada kisaran 0,5–2 meter.

Di wilayah Lembar, pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 09.00 hingga 12.00 Wita dengan ketinggian mencapai 1,9 meter. Adapun di wilayah Sape, pasang maksimum diprediksi berlangsung lebih lama, yakni pukul 08.00 hingga 13.00 Wita dengan tinggi yang sama.

Satria menjelaskan, kondisi pasang air laut tersebut berpotensi mengganggu berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir. Dampaknya dapat berupa genangan pada permukiman, jalan pesisir, tambak, pelabuhan, hingga aktivitas bongkar muat dan penyeberangan apabila terjadi bersamaan dengan faktor cuaca lain yang mendukung.

Wilayah yang berpotensi terdampak di Pulau Lombok meliputi Ampenan, Sekarbela, Gerung, Lembar, Pemenang, Jerowaru, dan Labuhan Lombok. Sementara di Pulau Sumbawa potensi rob dapat terjadi di wilayah Sumbawa dan Labuhan Badas.

Adapun di wilayah Bima, kawasan yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Palibelo, Woha, Bolo, Langgudu, Soromandi, Sape, Rasanae Barat, Hu'u, dan Asakota.

BMKG mengimbau masyarakat agar terus memantau perkembangan informasi cuaca, kondisi gelombang laut, dan peringatan dini yang dikeluarkan secara berkala. Nelayan, pelaku jasa transportasi laut, serta masyarakat yang beraktivitas di kawasan pantai juga diminta menyesuaikan aktivitasnya dengan kondisi cuaca dan pasang surut air laut guna mengurangi risiko yang dapat ditimbulkan.

"Masyarakat kami harapkan tidak mengabaikan informasi peringatan dini yang telah disampaikan. Ikuti perkembangan informasi cuaca dan maritim dari BMKG sebagai dasar dalam merencanakan aktivitas di wilayah pesisir," kata Satria. (Gar/Hms) 

Bagikan Berita Ini: