PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

UNSA Bedah Buku, Gali Sejarah, Rawat Identitas Samawa

Universitas Samawa menggelar bedah buku dan diskusi akademik bertajuk Menggali Sejarah, Membangun Identitas, Merawat Warisan terhadap buku Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907, karya Johan Ernest Jasper yang telah diterjemahkan oleh Poetra Adi Soerjo

E
Penulis Editor
Tanggal 18 May 2026, 07:40 WITA
UNSA Bedah Buku, Gali Sejarah, Rawat Identitas Samawa
Ilustrasi: UNSA Bedah Buku, Gali Sejarah, Rawat Identitas Samawa

Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online 

Universitas Samawa (UNSA) menggelar bedah buku dan diskusi akademik bertajuk Menggali Sejarah, Membangun Identitas, Merawat Warisan terhadap buku Pulau Sumbawa dan Penduduknya Tahun 1907, karya Johan Ernest Jasper yang telah diterjemahkan oleh Poetra Adi Soerjo. Kegiatan berlangsung di Auditorium Universitas Samawa, Kamis (14/5).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dan pembedah buku, diantaranya Direktur PKTHA Kementerian Kehutanan RI, Julmansyah SHut MAP, akademisi dan peneliti Universitas Mataram, Dr Burhanuddin MHum, serta Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), Dr M Ikhsan Safitri MSi.

Turut hadir Rektor Universitas Samawa, Prof Dr Syaifuddin Iskandar MPd, Rektor Universitas Cordova Kabupaten Sumbawa Barat, Dr KH Lalu Zulkifli Muhadli BA SH MM, Wakil Ketua III DPRD Sumbawa, Zulfikar Demitry SH MH, para wakil rektor, dosen, mahasiswa, hingga budayawan.

Penerjemah buku, Poetra Adi Soerjo, mengatakan penerjemahan buku tersebut dilakukan bukan untuk membela ataupun membantah isi tulisan Johan Ernest Jasper. Melainkan menghadirkan kembali catatan sejarah, agar dapat dikaji secara akademik oleh masyarakat Sumbawa.

“Buku ini tidak dibuat untuk membela atau membantah isi tulisan Jasper. Saya hanya menerjemahkan isi buku, agar bisa dibahas dan dibedah secara akademik,” ujar Suryo, akrabnya disapa.

Menurutnya, peluncuran sekaligus bedah buku itu merupakan inisiatif UNSA. Agar masyarakat, khususnya kalangan akademisi, dapat memahami lebih dalam isi dan konteks sejarah yang tertuang dalam buku tersebut.

Ia menilai penyebaran literatur sejarah penting dilakukan sebagai ruang dialog antara masyarakat Sumbawa masa kini dengan masa lalunya. Dengan memahami sejarah, masyarakat diharapkan mampu menentukan arah pembangunan dan identitas daerah ke depan.

“Saya punya banyak catatan masa lalu, dan itu penting diketahui oleh orang Sumbawa sebagai dialog antara diri kita hari ini dengan diri kita di masa lalu. Itu bisa menjadi kompas untuk menentukan arah kita ke depan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga Wakil Rektor II UNSA, Muhammad Yamin SE MSi, mengatakan buku terjemahan tersebut memiliki nilai penting. Karena mampu menghadirkan kembali serpihan sejarah Sumbawa, yang selama ini belum banyak diketahui publik.

“Kita bangga ada putra Sumbawa yang mampu mengumpulkan serpihan sejarah berkaitan dengan daerah kita ini,” ujarnya.

Muhammad Yamin menambahkan, selama ini perdebatan mengenai sejarah Sumbawa kerap terjadi tanpa didukung referensi yang kuat. Karena itu, bedah buku secara akademik dinilai penting, agar berbagai pandangan dan argumentasi sejarah dapat diuji secara ilmiah bersama para ahli dan akademisi.

“Dengan adanya buku ini, kami berharap informasi tentang sejarah Sumbawa dapat tertransformasi lebih luas kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa masih terdapat dua buku terjemahan lain yang akan dibedah secara akademik. Hal ini dilakukan, guna memperkaya referensi sejarah dan menyempurnakan kajian mengenai Sumbawa. (Gam)

Bagikan Berita Ini: