PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Tunjang Ekonomi Pascatambang, Wisata Kerakyatan Digaungkan

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, mulai menyiapkan fondasi ekonomi baru untuk menghadapi era pascatambang.

E
Penulis Editor
Tanggal 31 Mar 2026, 08:54 WITA
Tunjang Ekonomi Pascatambang, Wisata Kerakyatan Digaungkan
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat, Nurdin Rahman

Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat, mulai menyiapkan fondasi ekonomi baru untuk menghadapi era pascatambang. Melalui program “KSB Maju Luar Biasa”, pemerintah daerah berupaya mengintegrasikan sektor industri, pertanian, dan pariwisata dalam satu ekosistem terpadu, guna menjaga keberlanjutan ekonomi daerah.

Program tersebut saat ini telah memiliki payung hukum berupa Peraturan Bupati (Perbup) yang telah melalui proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM, dan tinggal menunggu tahap registrasi penomoran sebelum diimplementasikan secara penuh.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat, Nurdin Rahman, mengatakan program ini dirancang untuk mendorong peningkatan pendapatan masyarakat melalui partisipasi aktif dalam berbagai sektor yang telah disiapkan pemerintah.

“Melalui program ini, masyarakat maupun kelompok usaha diharapkan dapat mengambil peluang yang tersedia sehingga pendapatan mereka dapat meningkat,” ujarnya, Kamis (26/3).

Nurdin menjelaskan, sektor pariwisata menjadi salah satu fokus utama dengan dua pendekatan pengembangan, yakni pariwisata berbasis investasi dan pariwisata kerakyatan. Untuk pariwisata investasi, pemerintah akan memberikan kemudahan perizinan bagi investor, termasuk pembangunan fasilitas seperti hotel dan infrastruktur pendukung lainnya.

Sementara itu, pariwisata kerakyatan diarahkan untuk memberdayakan masyarakat lokal agar mampu mengelola potensi wisata secara mandiri. Konsep ini diharapkan dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian warga sekitar.

Salah satu proyek percontohan yang tengah disiapkan adalah jalur lintas alam (jogging track) di wilayah Brang Ene. Jalur tersebut dirancang melintasi area persawahan tanpa menggusur lahan milik warga, dilengkapi fasilitas swafoto, area hortikultura, serta tempat istirahat.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan layanan transportasi berupa bus pariwisata yang menghubungkan titik tertentu menuju destinasi Tiu Suntuk. Integrasi ini memungkinkan aktivitas pertanian tetap berjalan, sementara sektor jasa dan ekonomi kreatif di sekitar kawasan wisata ikut berkembang.

Menurut Nurdin, saat ini pengembangan wisata kerakyatan tersebut telah memasuki tahap administrasi tender serta penyiapan lahan. Dalam waktu dekat, konsultan akan mulai melakukan penandaan jalur yang akan dilalui.

“Dalam waktu dekat, konsultan akan melakukan pemasangan patok untuk menentukan jalur lintasan di area persawahan,” katanya.

Untuk memperkuat kapasitas pelaku wisata, pemerintah daerah juga akan menggelar pelatihan dan pendampingan, termasuk memanfaatkan fasilitas Balai Latihan Kerja (BLK). Pelatihan ini mencakup pengelolaan destinasi, pelayanan wisatawan, hingga pengembangan usaha berbasis pariwisata.

Di sisi promosi, Pemkab Sumbawa Barat berencana menggandeng Politeknik Pariwisata (Poltekpar) serta memaksimalkan pemanfaatan media sosial. Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik dan jangkauan promosi wisata kerakyatan.

“Kami akan bekerja sama dengan lembaga profesional seperti Poltekpar untuk memperkuat strategi promosi, termasuk menjalin kemitraan dan pemanfaatan influencer,” ujarnya.

Nurdin optimistis sektor pariwisata, khususnya wisata kerakyatan, akan menjadi salah satu penopang ekonomi daerah di masa depan. Ia menilai minat investor di sejumlah wilayah Sumbawa Barat sudah mulai tumbuh, sehingga tinggal didukung dengan optimalisasi digitalisasi dan penguatan kapasitas sumber daya manusia. (Gbw)

Bagikan Berita Ini: