Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Kondisi taman di depan Masjid Agung Darussalam, Lingkungan Kemutaran Telu Center Kecamatan Taliwang, dikeluhkan warga akibat banyaknya sampah plastik yang berserakan. Sampah didominasi bekas pembungkus makanan dan minuman yang diduga berasal dari aktivitas pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan tersebut.
Keberadaan sampah yang menumpuk dinilai mengganggu keindahan ruang publik sekaligus mengurangi kenyamanan masyarakat yang berkunjung maupun beraktivitas di sekitar Masjid Agung Darussalam. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar persoalan kebersihan tidak terus berulang.
Salah seorang warga Kecamatan Taliwang, Fahrurozy, mengatakan kondisi taman yang dipenuhi sampah menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Disisi lain, ia juga menilai fasilitas pendukung berupa tempat penampungan sampah masih sangat terbatas.
Menurutnya, jumlah bak sampah yang tersedia belum sebanding dengan tingginya aktivitas masyarakat dan pedagang di kawasan tersebut. Karena itu, pemerintah perlu menambah fasilitas tempat sampah dengan jarak yang lebih berdekatan sehingga masyarakat lebih mudah membuang sampah pada tempatnya.
"Ini masalah kita bersama. Masyarakat harus memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, sementara pemerintah juga harus peka terhadap keterbatasan fasilitas yang tersedia," ujarnya.
Fahrurozy mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap sarana kebersihan di kawasan taman Masjid Agung Darussalam. Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama serta memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menilai penanganan persoalan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi. Diperlukan sinergi lintas OPD agar upaya penataan kawasan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Dinas Lingkungan Hidup dapat menambah jumlah bak sampah. Satpol PP perlu meningkatkan pengawasan terhadap ketertiban pelaku UMKM. Sementara Dinas Koperindag dapat memberikan pembinaan kepada pedagang agar membuang sampah pada tempatnya serta mengingatkan pembeli untuk melakukan hal yang sama," tegasnya.
Selain peran pemerintah, Fahrurozy juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, petugas kebersihan tidak akan mampu bekerja maksimal apabila tidak didukung oleh kesadaran warga dan para pelaku usaha.
Ia berharap budaya membuang sampah pada tempatnya dapat terus ditanamkan sehingga kawasan Masjid Agung Darussalam tetap bersih, nyaman, dan menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat maupun pengunjung. (Gbw)
Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Kondisi taman di depan Masjid Agung Darussalam, Lingkungan Kemutaran Telu Center Kecamatan Taliwang, dikeluhkan warga akibat banyaknya sampah plastik yang berserakan. Sampah didominasi bekas pembungkus makanan dan minuman yang diduga berasal dari aktivitas pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar kawasan tersebut.
Keberadaan sampah yang menumpuk dinilai mengganggu keindahan ruang publik sekaligus mengurangi kenyamanan masyarakat yang berkunjung maupun beraktivitas di sekitar Masjid Agung Darussalam. Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret agar persoalan kebersihan tidak terus berulang.
Salah seorang warga Kecamatan Taliwang, Fahrurozy, mengatakan kondisi taman yang dipenuhi sampah menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Disisi lain, ia juga menilai fasilitas pendukung berupa tempat penampungan sampah masih sangat terbatas.
Menurutnya, jumlah bak sampah yang tersedia belum sebanding dengan tingginya aktivitas masyarakat dan pedagang di kawasan tersebut. Karena itu, pemerintah perlu menambah fasilitas tempat sampah dengan jarak yang lebih berdekatan sehingga masyarakat lebih mudah membuang sampah pada tempatnya.
"Ini masalah kita bersama. Masyarakat harus memiliki kesadaran untuk tidak membuang sampah sembarangan, sementara pemerintah juga harus peka terhadap keterbatasan fasilitas yang tersedia," ujarnya.
Fahrurozy mendesak pemerintah daerah segera melakukan evaluasi terhadap sarana kebersihan di kawasan taman Masjid Agung Darussalam. Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya dapat diselesaikan apabila seluruh pihak memiliki komitmen yang sama serta memperkuat koordinasi antarorganisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menilai penanganan persoalan sampah tidak dapat dibebankan hanya kepada satu instansi. Diperlukan sinergi lintas OPD agar upaya penataan kawasan berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Dinas Lingkungan Hidup dapat menambah jumlah bak sampah. Satpol PP perlu meningkatkan pengawasan terhadap ketertiban pelaku UMKM. Sementara Dinas Koperindag dapat memberikan pembinaan kepada pedagang agar membuang sampah pada tempatnya serta mengingatkan pembeli untuk melakukan hal yang sama," tegasnya.
Selain peran pemerintah, Fahrurozy juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, petugas kebersihan tidak akan mampu bekerja maksimal apabila tidak didukung oleh kesadaran warga dan para pelaku usaha.
Ia berharap budaya membuang sampah pada tempatnya dapat terus ditanamkan sehingga kawasan Masjid Agung Darussalam tetap bersih, nyaman, dan menjadi ruang publik yang representatif bagi masyarakat maupun pengunjung. (Gbw)