PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Swadaya Komunitas Anokbongan Hidupkan Panggung Ekspresi Pemuda

Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi Komunitas Literasi Anokbongan, untuk menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat

E
Penulis Editor
Tanggal 27 Jul 2026, 17:56 WITA
 Swadaya Komunitas Anokbongan Hidupkan Panggung Ekspresi Pemuda
Keterbatasan anggaran tak menghalangi Komunitas Literasi Anokbongan untuk menciptakan ruang ekspresi bagi generasi muda Kabupaten Sumbawa Barat

Sumbawa Barat, GaungNUSRA 

Keterbatasan anggaran tidak menjadi penghalang bagi Komunitas Literasi Anokbongan, untuk menghadirkan ruang kreatif bagi generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat. Berbekal semangat gotong royong dan pendanaan swadaya, komunitas tersebut sukses menggelar kegiatan bertajuk "Panggung Jumat", sebuah panggung bebas berekspresi yang menjadi wadah bagi para pemuda menampilkan karya seni, sastra, dan kreativitas.

Kegiatan yang digelar setiap malam Sabtu itu diproyeksikan menjadi agenda rutin komunitas. Panggung terbuka tersebut diperuntukkan bagi siapa saja yang ingin menampilkan bakat, mulai dari pembacaan puisi, musik, teater, hingga berbagai bentuk pertunjukan seni lainnya. Antusiasme masyarakat terlihat dari ramainya penonton yang memadati lokasi acara sejak awal hingga kegiatan berakhir.

Dibalik kemeriahan pertunjukan, tersimpan proses panjang yang dijalani para anggota komunitas. Seluruh penyelenggaraan kegiatan dilakukan secara mandiri tanpa dukungan sponsor maupun bantuan pendanaan dari pihak luar. Biaya operasional, perlengkapan, hingga penataan lokasi ditanggung secara gotong royong oleh anggota komunitas.

Semangat kemandirian juga tercermin dari konsep panggung yang dibangun. Berbagai material yang digunakan berasal dari sumber daya yang ada di sekitar mereka. Bambu untuk konstruksi panggung diambil dari kebun milik salah seorang anggota komunitas, sementara dekorasi dibuat dari hasil pengolahan sampah organik dan anorganik yang disulap menjadi ornamen artistik bernilai estetika.

Ketua Komunitas Literasi Anokbongan, Alfahrozy, mengatakan persiapan kegiatan telah dilakukan sekitar satu bulan sebelum pelaksanaan. Selain menyiapkan panggung dan perlengkapan, panitia juga memanfaatkan media sosial untuk mengajak masyarakat hadir sekaligus membuka kesempatan bagi para seniman muda menjadi pengisi acara.

"Seluruh pembiayaan kegiatan ini murni berasal dari swadaya anggota komunitas. Dengan biaya yang relatif minim, kami berupaya menghadirkan ruang ekspresi yang bisa dinikmati bersama," ujarnya.

Menurut Alfahrozy, keberhasilan pelaksanaan perdana "Panggung Jumat" menjadi penyemangat bagi komunitas untuk terus menghadirkan ruang kreatif yang inklusif. Meski demikian, pihaknya menyadari masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu dibenahi agar kegiatan tersebut dapat berlangsung lebih baik pada penyelenggaraan berikutnya.

"Masih banyak yang perlu kami evaluasi, terutama dari sisi konsep penyelenggaraan dan penyusunan rundown acara. Evaluasi ini menjadi bekal agar kegiatan berikutnya lebih tertata dan semakin menarik," katanya.

Ia berharap "Panggung Jumat" dapat menjadi ruang kolaborasi bagi komunitas seni, pegiat literasi, dan generasi muda di Kabupaten Sumbawa Barat untuk terus berkarya. Menurutnya, ruang-ruang kreatif yang lahir dari inisiatif masyarakat memiliki peran penting dalam mendorong tumbuhnya ekosistem seni dan budaya di daerah.

Melalui kegiatan tersebut, Komunitas Literasi Anokbongan membuktikan bahwa keterbatasan dana bukan hambatan untuk menghadirkan gerakan kreatif. Dengan mengandalkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat, ruang ekspresi bagi anak muda tetap dapat tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sosial serta budaya di Kabupaten Sumbawa Barat. (Gbw) 

Bagikan Berita Ini: