Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Suasana di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Punik Kecamatan Batulanteh, mendadak berubah tegang, Sabtu (8/8). Sirene bahaya yang meraung menjadi tanda dimulainya simulasi gempa bumi. Para siswa yang sebelumnya mengikuti kegiatan di dalam kelas segera mengambil posisi perlindungan dengan berlindung di bawah meja.
Beberapa saat kemudian, setelah situasi dinyatakan memungkinkan untuk melakukan evakuasi, para siswa bergerak keluar ruangan menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Mereka berlari sambil melindungi kepala menggunakan tas sekolah. Sebagian siswa tampak mempraktikkan berbagai cara perlindungan darurat, seperti jongkok sambil mengangkat kursi dan jerigen air untuk melindungi bagian tubuh dari kemungkinan benda jatuh.
Meski merupakan simulasi, suasana tersebut memberikan gambaran bagaimana anak-anak harus bertindak ketika gempa bumi benar-benar terjadi. Para siswa tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi juga langsung mempraktikkan langkah-langkah penyelamatan diri.
Kegiatan itu merupakan bagian dari program MDMC Goes To School, yang digelar untuk memberikan edukasi mengenai mitigasi bencana, khususnya gempa bumi, kepada warga sekolah. Program tersebut diarahkan untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak usia dini.
Kepala SDN Punik, Amiruddin SPd SD, dalam sambutannya mengatakan, pemahaman mengenai mitigasi bencana penting dimiliki setiap siswa. Menurutnya, pengetahuan tersebut tidak hanya berguna untuk menyelamatkan diri, tetapi juga dapat diterapkan untuk membantu orang lain di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
"Melalui kegiatan ini, para siswa diharapkan dapat memperhatikan materi dan simulasi dengan saksama. Pengetahuan yang didapat hari ini tidak hanya bermanfaat untuk diri sendiri, tetapi juga bisa diteruskan di lingkungan keluarga dan masyarakat," ujar Amiruddin.
Ia juga mengimbau seluruh siswa mengikuti materi dan simulasi secara serius. Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal tindakan yang tepat ketika menghadapi situasi darurat.
Setelah sambutan kepala sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi mitigasi bencana oleh Dr Rusdianto AR, Kepala Bidang II BPBD Kabupaten Sumbawa sekaligus Ketua MDMC Sumbawa yang akrab disapa Kak Anto.
Dalam pemaparannya, Rusdianto menjelaskan pentingnya mengenalkan berbagai potensi bencana kepada anak-anak sejak dini. Pengetahuan mengenai karakteristik bencana dan langkah penyelamatan diri dinilai menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan di lingkungan sekolah.
"Hal ini sebagai upaya membangun budaya sadar bencana sejak usia dini, guna membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan dalam menghadapi ancaman bencana alam, terutama gempa bumi," kata Rusdianto.
Menurutnya, sekolah merupakan salah satu lingkungan yang perlu memiliki kesiapsiagaan menghadapi bencana. Selain siswa, guru dan seluruh warga sekolah juga perlu mengetahui apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana terjadi.
Usai menerima materi, para siswa kemudian mengikuti simulasi evakuasi mandiri. Dengan didampingi pemateri dan guru, mereka mempraktikkan tahapan penyelamatan diri ketika terjadi gempa bumi.
Simulasi dimulai dengan tindakan perlindungan diri saat berada di dalam ruangan. Siswa diarahkan untuk berlindung di tempat yang relatif aman, kemudian keluar dari bangunan secara tertib setelah kondisi memungkinkan. Mereka selanjutnya diarahkan menuju titik kumpul untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman.
Kegiatan tersebut turut dihadiri jajaran pengurus MDMC Sumbawa, di antaranya Sekretaris MDMC, Adrian Junior dan Bidang Media MDMC Sumbawa, Aka Kurnia. Program ini juga mendapat dukungan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok X Universitas Samawa (UNSA) serta dewan guru SDN Punik.
Pihak sekolah menyambut baik pelaksanaan program MDMC Goes To School tersebut. Edukasi dan simulasi, dinilai dapat memberikan pengalaman langsung kepada siswa, mengenai cara menghadapi ancaman bencana.
Tidak hanya dari sisi pengetahuan, kegiatan itu juga diharapkan mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam merespons keadaan darurat. Pemahaman secara kognitif yang dipadukan dengan praktik di lapangan, menjadi bekal penting agar siswa tidak mudah panik dan mampu mengambil tindakan penyelamatan yang tepat ketika bencana terjadi.
Kesiapsiagaan sejak usia sekolah juga dinilai dapat memberikan dampak lebih luas. Pengetahuan yang diperoleh siswa dapat dibawa ke lingkungan keluarga dan masyarakat, sehingga kesadaran terhadap risiko bencana tidak berhenti di lingkungan sekolah.
Rangkaian MDMC Goes To School di SDN Punik berlangsung lancar dan tertib. Antusiasme para siswa terlihat sepanjang kegiatan, terutama ketika mereka mengikuti simulasi evakuasi dan berbagai praktik perlindungan diri.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian door prize bagi siswa yang aktif selama mengikuti rangkaian acara. Bagi pihak sekolah dan penyelenggara, kegiatan tersebut menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya sadar bencana sejak dini sekaligus memperkuat kesiapsiagaan warga sekolah menghadapi kemungkinan bencana gempa bumi. (Gam)