Sumbawa Besar, GaungNUSRA online
Warga Dusun Sebotok, Desa Sebotok, Pulau Moyo kembali digegerkan dengan penemuan kerangka manusia di pesisir Pantai Kampung Polewali, Minggu (1/3) pagi. Penemuan ini terjadi hanya berselang dua hari setelah jasad seorang balita ditemukan di wilayah pesisir yang sama, tepatnya di Pulau Moyo.
Kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan sekitar pukul 07.00 Wita oleh Supandi alias Dandi (27), seorang petani setempat. Saat berjalan menyusuri pantai, ia melihat sesuatu yang mencurigakan tertutup pasir di belakang rumah warga bernama Muhammad Azhar (36), sekitar 50 meter dari pemukiman.
Setelah memastikan bahwa benda tersebut adalah kerangka manusia, Supandi segera melaporkan temuannya kepada warga sekitar dan aparat setempat. Petugas kesehatan dari UPT Puskesmas Unit II Labuhan Badas kemudian tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 Wita untuk melakukan pemeriksaan luar.
Kapolres Sumbawa melalui Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah, membenarkan adanya temuan tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal tim medis, kerangka tersebut diketahui berjenis kelamin laki-laki dewasa.
“Beberapa bagian tubuh sudah tidak lengkap, di antaranya rahang bawah hilang, tulang telapak kaki kiri tidak ada, serta tulang rusuk tidak lengkap. Tidak ditemukan gigi, dan masih terdapat sisa jaringan pada paha kiri,” jelasnya.
Dari kondisi fisik, kerangka tersebut diperkirakan telah berada di laut selama dua hingga tiga minggu. Namun warga menduga kerangka itu baru muncul satu hingga dua hari terakhir karena sebelumnya tidak terlihat di lokasi yang sering dilalui masyarakat.
Usai pemeriksaan, sekitar pukul 09.30 Wita kerangka tersebut dimandikan, dikafani, dan dimakamkan di sekitar lokasi penemuan oleh warga setempat. Polisi masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas korban dan memastikan penyebab kematian. Rencana tes DNA akan dilakukan terhadap pihak-pihak yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam beberapa pekan terakhir.
Sebelumnya, pada Jumat (27/2), warga Desa Sebotok Pulau Moyo menemukan jasad seorang anak laki-laki berusia empat tahun di pesisir Pantai Kampung Bada Dusun Sebotok sekitar pukul 14.00 Wita. Korban diketahui berinisial MAFB (4), warga Karang Sukun, Kelurahan Selong, Kecamatan Selong, Lombok Timur.

Jasad korban pertama kali ditemukan oleh Abdul Salam (42), seorang petani yang sedang berjalan di pinggir pantai usai salat Jumat. Saat itu, ia melihat benda berwarna biru tersangkut di rimbunan pohon bakau. Setelah didekati, ternyata sesosok mayat anak laki-laki dalam kondisi tertelungkup, mengenakan kaos biru tanpa celana.
Berdasarkan hasil identifikasi luar, kaos biru bergambar Power Ranger yang dikenakan korban identik dengan pakaian anak yang sebelumnya dilaporkan hanyut di Selong, Lombok Timur. Korban diketahui tenggelam setelah terseret arus di drainase depan SDN 1 Selong dua hari sebelum ditemukan di Pulau Moyo.
Diduga, jasad korban terbawa arus hingga ke perairan Sumbawa sebelum akhirnya terdampar di pesisir Sebotok. Warga kemudian mengevakuasi jasad korban dan memakamkannya secara layak di TPU setempat.
Kapolres melalui Kasi Humas Polres Sumbawa menyampaikan bahwa pihak kepolisian telah melakukan pengumpulan bahan keterangan, olah TKP, serta koordinasi lintas wilayah terkait identitas korban.
Dengan ditemukannya dua jenazah dalam selang waktu dua hari di wilayah pesisir Sebotok, pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga agar segera melapor. Aparat juga terus melakukan penyelidikan guna memastikan identitas dan penyebab kematian korban, khususnya pada kasus temuan kerangka manusia yang hingga kini belum terungkap. (Gar)