Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Satu unit rumah milik Syafruddin di Dusun Praya Desa Kalimango Kecamatan Alas, ludes dilalap api dalam peristiwa kebakaran yang terjadi pada Kamis (23/7) dini hari. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp200 juta.
Berdasarkan laporan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa, kebakaran dilaporkan warga sekitar pukul 02.13 Wita. Mendapat informasi tersebut, petugas langsung bergerak menuju lokasi bersama unsur TNI, Polri, serta masyarakat setempat untuk melakukan upaya pemadaman.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 02.18 Wita dan mendapati kobaran api telah menghanguskan rumah panggung milik korban. Api juga merembet ke bagian bawah bangunan semi permanen sehingga memperbesar potensi kerusakan.
Untuk mempercepat penanganan, Damkartan Kabupaten Sumbawa mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Pos Damkartan Zona Alas dan Pos Damkartan Zona Utan. Berkat kerja sama petugas dengan aparat keamanan dan warga, api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum merambat ke rumah-rumah lain di sekitar lokasi.
Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, kobaran api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 03.30 Wita. Situasi kemudian dinyatakan aman dan terkendali.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menghanguskan seluruh bangunan rumah beserta sebagian besar harta benda milik korban. Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, H Sahabuddin SSos MSi, mengatakan peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi penyebab kebakaran, terutama di lingkungan permukiman.
"Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap potensi kebakaran. Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik, matikan kompor maupun peralatan yang menggunakan api sebelum beristirahat atau meninggalkan rumah, serta segera melaporkan kepada petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat," ujarnya.
Menurutnya, upaya pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan risiko terjadinya kebakaran. Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan kerugian besar, baik terhadap harta benda maupun keselamatan jiwa.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mengajak masyarakat membangun budaya siaga terhadap ancaman kebakaran dengan melakukan pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, menghindari penggunaan stop kontak secara berlebihan, memastikan api benar-benar padam setelah memasak, serta menyimpan bahan-bahan yang mudah terbakar di tempat yang aman.
Langkah-langkah sederhana tersebut dinilai dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran sekaligus meningkatkan keselamatan warga di lingkungan permukiman. (Gac)