PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Realisasi PAD DKP Sumbawa Capai 25 Persen

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa hingga April 2026, baru mencapai sekitar 25,15 persen dari target yang ditetapkan tahun ini.

E
Penulis Editor
Tanggal 12 May 2026, 00:50 WITA
Realisasi PAD DKP Sumbawa Capai 25 Persen
Kepala DKP Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat SPi MT

Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online 

Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa hingga April 2026, baru mencapai sekitar 25,15 persen dari target yang ditetapkan tahun ini.

Kepala DKP Kabupaten Sumbawa, Rahmat Hidayat SPi MT mengatakan, selama periode Januari hingga April 2026, realisasi PAD yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp116,6 juta lebih dari target sebesar Rp463,6 juta.

“Alhamdulillah, hingga akhir April 2026 realisasi PAD DKP Sumbawa telah mencapai sekitar Rp116,6 juta atau 25,15 persen dari target yang ditetapkan. Realisasi ini akan terus kami genjot hingga akhir tahun,” ujarnya kepada wartawan di ruang kerjanya, Senin (11/5).

Rahmat Hidayat yang akrab disapa Dayat menjelaskan, capaian PAD tersebut diperoleh dari sejumlah sumber retribusi dan hasil usaha daerah yang dikelola DKP Sumbawa.

Beberapa sumber penerimaan itu berasal dari retribusi jasa usaha Balai Benih Ikan Pantai (BBIP) Meno, Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tanjung Pengamas dan Labuan Bua, serta hasil penjualan produksi Balai Benih Ikan (BBI) Rhee.

Meski demikian, DKP Sumbawa masih menghadapi kendala dalam optimalisasi pendapatan dari sektor penyewaan fasilitas cold storage atau gudang pendingin ikan.

Menurut Dayat, hingga saat ini belum ada pelaku usaha yang menyewa fasilitas tersebut meskipun beberapa pihak sempat melakukan survei lokasi.

“Memang ada tiga pelaku usaha yang sudah melakukan survei, tetapi belum mengajukan permohonan penyewaan. Salah satu kendalanya karena tarif sewa yang ditetapkan cukup tinggi,” jelasnya.

Ia menyebutkan, besaran tarif sewa cold storage yang ditetapkan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) mencapai Rp65,3 juta per tahun. Jumlah ini dinilai cukup memberatkan pelaku usaha.

Karena itu, pihaknya dalam waktu dekat akan mengajukan revisi terhadap ketentuan tarif penyewaan. Agar fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal dan mampu memberikan kontribusi terhadap PAD daerah.

“Kami akan mengusulkan revisi terkait tarif sewa cold storage ini agar ke depan potensi PAD dari sektor tersebut bisa lebih maksimal,” katanya.

Dayat mengaku optimistis target PAD DKP Sumbawa tahun 2026 tetap dapat tercapai. Dengan cara memaksimalkan sejumlah potensi penerimaan yang masih tersedia hingga akhir tahun.

Beberapa sektor yang dinilai masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan PAD, antara lain penjualan ikan konsumsi, retribusi TPI, penjualan benih ikan, serta optimalisasi penyewaan fasilitas BBIP Meno.

“Kami masih memiliki peluang cukup besar untuk meningkatkan penerimaan daerah dari berbagai potensi yang ada. Karena itu seluruh sektor akan terus kami optimalkan,” ujarnya.

Selain itu, DKP Sumbawa juga terus melakukan berbagai langkah evaluasi dan pembenahan terhadap pengelolaan sumber-sumber pendapatan agar lebih efektif dan produktif.

Dayat menegaskan, peningkatan PAD menjadi salah satu upaya penting dalam mendukung pembangunan daerah. Khususnya sektor kelautan dan perikanan yang memiliki potensi besar di Kabupaten Sumbawa.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini telah memberikan kontribusi dalam mendukung peningkatan PAD daerah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumbawa, kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam menunjang peningkatan PAD daerah,” pungkasnya. (Gad)

Bagikan Berita Ini: