PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI

Sebanyak 42 wartawan dari empat kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (25/10).

E
Penulis Editor
Tanggal 26 Oct 2026, 15:33 WITA
Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Ikuti OKK PWI
Puluhan Wartawan se-Pulau Sumbawa Mengikuti kegiatan Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian di Aula A H Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (25/10).

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Sebanyak 42 wartawan dari empat kabupaten/kota se-Pulau Sumbawa mengikuti Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) yang diselenggarakan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Sumbawa di Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Minggu (25/10).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, dan dihadiri Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, H Djoko Tetuko, Ketua PWI NTB Ahmad Ikliluddin, Sekretaris PWI NTB Fahrul Mustofa, Ketua Dewan Kehormatan PWI NTB H Abdussyukur, serta Kepala Sekretariat PWI NTB Arief Rachman.

Turut hadir Kepala Diskominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan PT AMMAN, dan mitra PWI lainnya.

Ketua PWI Kabupaten Sumbawa, Zainuddin, mengatakan OKK menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas dan profesionalisme wartawan, sekaligus memperkuat pemahaman terhadap independensi, akurasi pemberitaan, kode etik jurnalistik, dan nilai-nilai keorganisasian.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa, PWI Pusat, PWI NTB, jajaran PWI se-Pulau Sumbawa, serta para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Pusat, Djoko Tetuko, menjelaskan bahwa OKK merupakan bagian dari upaya penguatan organisasi dan profesionalisme wartawan dalam menghadapi perkembangan dunia pers pascareformasi, termasuk implementasi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Dalam kegiatan tersebut, peserta menerima 13 materi yang mencakup Standar Kompetensi Wartawan jenjang Muda, Madya, dan Utama, Kode Etik Jurnalistik (KEJ), sejarah PWI, Pedoman Pemberitaan Media Siber, hingga pedoman pemberitaan ramah anak.

“Menjadi bagian dari PWI bukan sekadar berorganisasi, melainkan komitmen moral dan profesional untuk terus menjunjung tinggi etika, memverifikasi fakta, serta mengutamakan kepentingan publik,” tegas Djoko Tetuko.

Menurutnya, penguatan kompetensi dan pemahaman etika menjadi bekal penting bagi wartawan untuk menghasilkan karya jurnalistik yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Wakil Bupati Sumbawa, Drs H Mohamad Ansori, turut mengapresiasi penyelenggaraan OKK PWI se-Pulau Sumbawa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah dan pers dalam mendukung pembangunan serta menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Tugas wartawan tidak hanya meliput, tetapi juga menjaga NKRI. Pemerintah dan wartawan perlu bersinergi karena masyarakat membutuhkan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan di tengah derasnya arus informasi media sosial dan media siber,” ujar Ansori.

Ia juga menegaskan bahwa pers memiliki peran sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah. Kritik dan masukan yang disampaikan melalui pemberitaan, menurutnya, dapat menjadi bahan evaluasi agar pelaksanaan pembangunan daerah tetap berada pada jalur yang tepat.

Karena itu, Ansori meminta agar hubungan antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan media massa dibangun secara terbuka, sehat, dan saling mendukung, tanpa mengesampingkan fungsi pers sebagai pengawas sosial.

Melalui OKK tersebut, wartawan se-Pulau Sumbawa diharapkan semakin profesional, berintegritas, dan mampu menyajikan informasi yang akurat, edukatif, serta berorientasi pada kepentingan publik. (Gal)



Bagikan Berita Ini: