Sumbawa Besar, GaungNUSRAonline
Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia menegaskan komitmennya mengembangkan Pulau Bungin, sebagai kampung nelayan budidaya berbasis komoditas unggulan lobster dan mutiara.
Transformasi tersebut ditandai dengan rencana pembangunan 1.000 unit keramba, sebagai langkah peralihan dari perikanan tangkap, menuju budidaya yang lebih berkelanjutan.
Komitmen itu disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, saat mengunjungi lokasi Kampung Nelayan Merah Putih di Desa Pulau Bungin, Jumat (27/2). Kunjungan tersebut disambut Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, didampingi Sekretaris Daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta masyarakat setempat.
Dalam keterangannya, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Sakti Wahyuu Trenggono menyatakan Pulau Bungin memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sentra budidaya laut di wilayah timur Indonesia. Pemerintah, kata dia, akan mendorong pembangunan 1.000 keramba lobster sebagai bagian dari program transformasi nelayan tangkap menjadi nelayan budidaya.
“Ke depan, kita dorong Pulau Bungin menjadi kampung budidaya lobster dan mutiara. Selain tetap melaut, masyarakat dapat beralih ke budidaya agar penghasilannya lebih stabil dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut dia, pengembangan budidaya tidak hanya berhenti pada aspek produksi. Pemerintah juga menyiapkan sistem pemasaran terintegrasi dengan menghadirkan pembeli secara langsung. Sehingga, nelayan tidak lagi mengalami kesulitan dalam menjual hasil budidayanya. Skema ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga. Sekaligus meningkatkan nilai tambah di tingkat pembudidaya.
Sementara itu, Kepala Desa Pulau Bungin, Jaelani, menyampaikan apresiasi atas implementasi program Kampung Nelayan Merah Putih di wilayahnya. Ia menuturkan, masyarakat mulai merasakan manfaat nyata, terutama dalam peningkatan nilai ekonomi hasil perikanan. Budidaya lobster dan kerang juga menunjukkan perkembangan positif berkat dukungan pelatihan dari pemerintah provinsi.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap pembangunan 1.000 keramba lobster dan penguatan budidaya mutiara dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan daya saing sektor kelautan daerah. Dengan dukungan infrastruktur dan pemasaran yang terintegrasi, Pulau Bungin ditargetkan menjadi model kampung budidaya modern di Indonesia bagian timur. (Gac/Hms)