Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumbawa mematangkan persiapan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) dengan melibatkan tim konsultan dari IPB Consulting untuk menyusun feasibility study (FS) atau kajian kelayakan proyek.
Asisten II Sekretariat Daerah Kabupaten Sumbawa, Lalu Suharmaji, mengatakan tim konsultan IPB Consulting telah melaksanakan survei dan pengumpulan data di Kabupaten Sumbawa pada 11–13 Oktober 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tahapan teknis untuk mengkaji kelayakan pelaksanaan program.
Menurutnya, persiapan HAT merupakan tindak lanjut kerja sama antara Bupati Sumbawa dan PT Berdikari, khususnya terkait penyiapan lokasi serta pembahasan teknis pemanfaatan lahan milik pemerintah daerah untuk pembangunan fasilitas industri ayam terintegrasi.
Survei yang dilakukan tim konsultan mencakup peninjauan calon lokasi, pengambilan titik koordinat, pengambilan sampel tanah, serta pengumpulan data mengenai peternakan, tata ruang, pertanahan, lingkungan, aksesibilitas, pasar unggas, dan ketersediaan bahan baku pakan.
Koordinasi juga dilakukan dengan perangkat daerah dan instansi teknis terkait untuk memastikan seluruh aspek kesiapan proyek dikaji secara menyeluruh. Data potensi jagung lokal, kondisi peternakan rakyat, kebutuhan infrastruktur, status lahan, hingga pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari kajian tersebut.
Lalu Suharmaji menjelaskan, persiapan program terus berjalan melalui tahapan teknis dan administratif. Setelah rencana awal di Desa Serading menghadapi kendala administrasi lahan, Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, disiapkan sebagai lokasi yang akan dikaji lebih lanjut.
Meski demikian, kepastian pembangunan tetap bergantung pada hasil kajian kelayakan serta penyelesaian seluruh persyaratan yang diperlukan.
Pemkab Sumbawa berharap program HAT tidak hanya menghadirkan fasilitas industri, tetapi juga membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit ayam dan pakan hingga pengolahan serta distribusi produk.
Pengembangan tersebut diharapkan membuka peluang ekonomi bagi peternak lokal, petani jagung, koperasi, pelaku usaha, dan tenaga kerja daerah agar dapat terlibat dalam rantai produksi yang lebih luas.
Lalu Suharmaji menegaskan, Pemkab Sumbawa akan terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi, pemerintah pusat, PT Berdikari, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan tahapan persiapan berjalan sesuai ketentuan.
Menurutnya, pengelolaan aset daerah, kepastian status lahan, kelayakan teknis, dan perlindungan lingkungan menjadi aspek penting yang harus dipastikan sebelum pembangunan dilaksanakan.
“Melalui publikasi perkembangan ini, Pemkab Sumbawa ingin memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas bahwa program HAT tetap menjadi bagian dari agenda pembangunan daerah dan terus dikawal prosesnya,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga berkomitmen menyampaikan perkembangan program secara terbuka sesuai kemajuan dan keputusan resmi yang telah ditetapkan.
Dengan persiapan matang dan kerja sama lintas sektor, program HAT diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi, penguatan peternakan lokal, serta ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa. (Gac)