PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Peduli Sampah dan Literasi, Pemuda KSB Gelar Kamping Literasi

Kepedulian terhadap menurunnya minat literasi dan meningkatnya persoalan sampah di kawasan pesisir, mendorong pemuda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar kegiatan bertajuk Camping Literasi.

E
Penulis Editor
Tanggal 14 Apr 2026, 11:32 WITA
Peduli Sampah dan Literasi, Pemuda KSB Gelar Kamping Literasi
Ilustrasi: Peduli Sampah dan Literasi, Pemuda KSB Gelar Kamping Literasi

Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online

Kepedulian terhadap menurunnya minat literasi dan meningkatnya persoalan sampah di kawasan pesisir, mendorong pemuda Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menggelar kegiatan bertajuk Camping Literasi. Kegiatan ini dipusatkan di Pantai Ballona, Desa Kertasari, dengan menggabungkan diskusi literasi dan aksi bersih pantai.

Kegiatan yang diinisiasi komunitas AsaBersama dan Literasi Anok Bongan tersebut berlangsung selama dua hari satu malam, melibatkan sejumlah komunitas seperti Laskar Cinta Alam dan Sahabat Bumi. Puluhan peserta tampak bergotong royong memilah sampah yang berserakan di sepanjang pesisir pantai.

Agenda utama dimulai pada Sabtu malam dengan sesi diskusi yang menghadirkan berbagai narasumber dari kalangan akademisi, aktivis lingkungan, hingga pegiat pemberdayaan perempuan. Diskusi ini menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus merumuskan solusi atas persoalan literasi dan lingkungan di daerah tersebut.

Salah satu narasumber, Bella Fortuna, menyoroti persoalan tata kelola pariwisata di Kertasari yang dinilai masih perlu pembenahan. Ia mengungkapkan masih ditemukannya perilaku pengunjung yang kurang tertib, termasuk konsumsi minuman keras di area wisata.

“Masih banyak kami lihat wisatawan yang tidak tertib, sehingga menimbulkan ketidaknyamanan,” ujarnya, Sabtu (11/4).

Hal senada disampaikan aktivis perempuan dan anak, Irma, yang mendorong adanya pendekatan kultural kepada pelaku usaha, khususnya terkait penjualan minuman keras. Ia mengusulkan konsep nilai lokal seperti pemali dapat dijadikan dasar dalam menjaga ketertiban di kawasan wisata.

Ketua Komunitas Anok Bongan, Alfahrozy, berharap diskusi yang telah dilakukan tidak berhenti pada tataran wacana. Ia menegaskan bahwa literasi harus melahirkan gagasan nyata yang berdampak bagi masyarakat.

“Literasi bukan hanya soal baca-tulis, tetapi bagaimana melahirkan ide yang bisa diwujudkan menjadi perubahan,” katanya.

Puncak kegiatan berlangsung pada Minggu pagi melalui aksi bersih pantai. Peserta menemukan berbagai jenis sampah, mulai dari plastik hingga kain, yang berpotensi merusak ekosistem laut dan menurunkan daya tarik wisata.

Ketua OPD Kertasari, Rizal, menjelaskan bahwa sebagian sampah berasal dari kiriman arus laut, meskipun tidak sedikit pula yang ditinggalkan oleh pengunjung. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga kebersihan pantai.

“Sebagian sampah memang kiriman, tapi ada juga dari pengunjung yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Founder AsaBersama, Maulydah, menyoroti ancaman serius sampah terhadap biota laut. Ia menilai, jika tidak ditangani dengan baik, sampah dapat merusak ekosistem seperti ikan dan terumbu karang.

“Banyak sampah yang seharusnya tidak berada di sini. Ini berbahaya bagi kehidupan laut,” ungkapnya.

Meski kegiatan berjalan lancar, keterbatasan jumlah relawan menjadi catatan tersendiri. Minimnya partisipasi masyarakat, khususnya generasi muda, membuat jangkauan pembersihan belum maksimal.

Pemerintah desa setempat mengakui pentingnya kolaborasi dengan komunitas dalam mendorong pembangunan yang inovatif. Menurut Rizal, sinergi tersebut mampu menghadirkan program yang lebih relevan dan berdampak luas.

Ia berharap kegiatan seperti Camping Literasi dapat terus berlanjut dan mendorong lahirnya lebih banyak komunitas aktif di KSB, sehingga berbagai persoalan daerah dapat diatasi melalui kolaborasi lintas sektor. (Gbw)

Bagikan Berita Ini: