Sumbawa Besar, GaungNUSRAonline
Duka mendalam menyelimuti warga Dusun Bangkong Desa Karang Dima Kecamatan Labuan Badas. Seorang petani berinisial H (32), ditemukan tak bernyawa dalam kondisi mengenaskan di area kebun jambu mente milik pribadinya, Minggu (29/3) pagi. Korban diduga nekat mengakhiri hidupnya karena depresi setelah lama hidup sebatang kara.
Penemuan jasad ini mengakhiri pencarian pihak keluarga dan warga yang telah kehilangan jejak korban sejak Senin 23 Maret 2026 lalu.
Kapolres Sumbawa, melalui Kapolsek Labuan Badas, Iptu Eko Riyono SH MSi, Senin (30/3), mengonfirmasi bahwa penemuan bermula saat warga melakukan penyisiran massal di area Kebun Bangkong Bao.
"Sekitar pukul 08.00 Wita, saksi atas nama Sulaiman Arsad (58) dikejutkan oleh pemandangan di dahan pohon jambu mente. Setelah didekati, ternyata itu adalah korban yang sudah dalam posisi tergantung," ujar Eko.
Atas penemuan ini, Tim Identifikasi Polres Sumbawa bersama petugas medis dari Puskesmas Unit I Labuan Badas segera melakukan visum luar, begitu jenazah dievakuasi ke rumah duka. Berdasarkan hasil pemeriksaan, petugas menyatakan korban mengalami patah tulang leher akibat jeratan tali.
Menurut Eko, Kondisi fisik jenazah mengindikasikan bahwa H telah meninggal dunia lebih dari tiga hari sebelum ditemukan. Pihaknya juga menegaskan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik, atau keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut.
Eko mengungkapkan, motif di balik aksi nekat pria ini perlahan terkuak dari keterangan para tetangga. Fitriani (39), saksi yang terakhir kali melihat korban pada Senin pagi, menyebutkan bahwa korban sempat berpamitan untuk pergi ke kebun. Namun, sejak saat itu H tidak pernah kembali.
Pihak keluarga meyakini bahwa kondisi mental korban sedang tidak stabil. Sejak ditinggal wafat oleh kedua orang tuanya, H hidup menyendiri tanpa pendamping. Rasa kesepian yang mendalam dan statusnya yang kini sebatang kara, diduga kuat menjadi pemicu utama korban mengalami depresi berat hingga mengambil keputusan tragis tersebut.
Meskipun polisi sempat menawarkan prosedur otopsi untuk penyelidikan lebih lanjut, kata Eko, pihak keluarga secara resmi menolak. Mereka menyatakan telah mengikhlaskan kematian korban sebagai musibah murni dan menandatangani surat pernyataan penolakan otopsi.
"Seluruh proses evakuasi dan identifikasi berjalan tertib. Jenazah langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Dusun Bangkong pada sore harinya," pungkasnya. (Gar)