Praya, GaungNUSRA Online
Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Lalu Muhamad Iqbal, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-31 Tingkat Provinsi NTB di kawasan Bencingah Agung Kantor Bupati Lombok Tengah, Selasa malam (9/6). Pembukaan ajang keagamaan terbesar di tingkat provinsi tersebut berlangsung meriah dan dihadiri para kepala daerah, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), kafilah dari seluruh kabupaten/kota, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati lokasi kegiatan.
Dalam sambutannya, Gubernur NTB, H Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa MTQ tidak boleh dipandang hanya sebagai ajang perlombaan membaca Al-Qur’an atau kompetisi mencari juara. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an sekaligus mengaktualisasikan nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, Al-Qur’an harus menjadi pedoman hidup yang mampu membimbing masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik, berakhlak, dan penuh kemaslahatan.
“Al-Qur’an bukan hanya dibaca dengan suara indah, tetapi harus menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang penuh kebaikan,” ujar Iqbal di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Dalam kesempatan tersebut, gubernur mengutip kandungan Surat Al-Isra ayat 9 yang menjelaskan bahwa Al-Qur’an merupakan petunjuk menuju jalan yang lurus. Karena itu, penyelenggaraan MTQ menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk memuliakan Al-Qur’an sekaligus memperkuat karakter dan moral masyarakat.
Ia menilai tema MTQ ke-31, “Masmirah Mendunia, Menebar Rahmatan Lil ‘Alamin”, memiliki makna yang sangat relevan dengan tantangan kehidupan saat ini. Tema tersebut mencerminkan harapan agar nilai-nilai Al-Qur’an terus menjadi sumber inspirasi dalam membangun persaudaraan, kedamaian, toleransi, dan kemajuan daerah.
Gubernur juga menyinggung kuatnya tradisi keagamaan yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Nusa Tenggara Barat. Menurutnya, NTB dikenal sebagai daerah yang memiliki hubungan erat dengan nilai-nilai Islam, di mana masjid menjadi pusat aktivitas sosial kemasyarakatan, pesantren tumbuh sebagai pusat pendidikan dan pembinaan karakter, serta budaya gotong royong tetap terjaga hingga kini.
Tradisi tersebut, lanjutnya, telah melahirkan banyak qari dan qariah berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat nasional maupun internasional. Diantara tokoh yang disebutnya adalah Samsuri Firdaus dan Muhammad Zain Fahraizi yang berhasil menorehkan prestasi membanggakan dalam berbagai ajang tilawatil Qur’an.
“Prestasi mereka menunjukkan bahwa pembinaan Al-Qur’an di NTB memiliki fondasi yang kuat dan potensi yang sangat besar,” katanya.
Meski demikian, Iqbal mengakui bahwa prestasi NTB dalam ajang MTQ nasional mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Padahal, NTB pernah dikenal sebagai salah satu daerah yang disegani dan hampir selalu berada dalam jajaran tiga besar nasional.
Kondisi tersebut, menurutnya, harus menjadi perhatian bersama sekaligus momentum untuk melakukan pembenahan dan penguatan sistem pembinaan qari dan qariah secara berkelanjutan.
Karena itu, Gubernur menjadikan penyelenggaraan MTQ ke-31 Tingkat Provinsi NTB sebagai titik awal kebangkitan kembali tradisi tilawatil Qur’an di daerah ini.
“Kita deklarasikan malam ini sebagai titik kebangkitan kembali tilawatil Qur’an NTB,” tegasnya yang disambut tepuk tangan para hadirin.
Lebih jauh, mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Turki tersebut mengungkapkan keinginannya menjadikan Nusa Tenggara Barat sebagai “Serambi Al-Qur’an”. Cita-cita tersebut, menurutnya, bukan sekadar slogan, tetapi harus diwujudkan melalui pembinaan yang terencana, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ia juga menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi NTB untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQ tingkat nasional maupun internasional apabila diberikan kepercayaan oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, pengalaman panjang NTB dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan berskala besar menjadi modal penting untuk mewujudkan hal tersebut.
Pada kesempatan itu, Iqbal turut memberikan apresiasi kepada Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB yang baru terbentuk beberapa bulan terakhir. Meski masih tergolong baru, lembaga tersebut dinilai telah menunjukkan keseriusan dalam melakukan pembenahan dan persiapan menghadapi berbagai agenda MTQ di tingkat nasional.
Ia berharap upaya pembinaan yang dilakukan LPTQ dapat berjalan secara konsisten sehingga mampu melahirkan generasi qari dan qariah baru yang tidak hanya unggul dalam kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.
Menutup sambutannya, gubernur mengajak seluruh peserta untuk menjunjung tinggi sportivitas, menjaga ukhuwah Islamiyah, dan mengikuti seluruh rangkaian perlombaan dengan penuh semangat serta keikhlasan.
Menurutnya, keberhasilan MTQ tidak semata-mata diukur dari prestasi yang diraih, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita ingin menjaga nilai yang terus hidup di tengah masyarakat NTB, bahwa Al-Qur’an dan masyarakat NTB tidak bisa dipisahkan,” pungkasnya. (Gar/Hms)