PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Miris, Mayoritas Lulusan SMP di KSB Lemah Berhitung

Temuan rendahnya kemampuan numerasi dasar lulusan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menjadi sorotan serius.

E
Penulis Editor
Tanggal 09 Jul 2026, 02:39 WITA
Miris, Mayoritas Lulusan SMP di KSB Lemah Berhitung
Miris! Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat

Sumbawa Barat, GaungNUSRA 

Temuan rendahnya kemampuan numerasi dasar lulusan sekolah menengah pertama (SMP) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menjadi sorotan serius. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) KSB memastikan akan melakukan evaluasi terhadap proses pembelajaran serta standar kelulusan di tingkat SMP setelah hasil pemetaan menunjukkan sebagian besar siswa belum menguasai kemampuan berhitung dasar.

Evaluasi tersebut dilakukan menyusul hasil tes pemetaan peserta didik baru yang dilaksanakan SMAN 2 Taliwang. Dari 216 siswa yang mengikuti pemetaan, sebanyak 187 orang atau 86,57 persen belum mampu menguasai materi matematika dasar yang seharusnya telah dikuasai sejak jenjang sekolah dasar.

Yang lebih memprihatinkan, kondisi tersebut juga ditemukan pada siswa yang diterima melalui jalur prestasi. Dari 21 peserta didik jalur prestasi, hanya lima orang yang mampu menyelesaikan soal-soal numerasi dasar tingkat sekolah dasar.

Kepala Dinas Dikbud KSB, melalui Kepala Bidang SMP, Hermansyah SPd MPd, mengatakan pihaknya menjadikan hasil pemetaan tersebut sebagai bahan evaluasi, terhadap penyelenggaraan pendidikan di jenjang SMP. Menurutnya, peningkatan kemampuan literasi dan numerasi tetap menjadi prioritas pemerintah daerah.

"Kami di Dinas Pendidikan terus melaksanakan berbagai kegiatan peningkatan kapasitas guru maupun kepala sekolah, khususnya yang berkaitan dengan penguatan literasi dan numerasi," katanya, Senin (6/7).

Ia menjelaskan, selama ini pemerintah daerah secara rutin menyelenggarakan bimbingan teknis, pelatihan, serta pendampingan bagi tenaga pendidik bekerja sama dengan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Nusa Tenggara Barat. Program tersebut disusun berdasarkan indikator dalam Rapor Pendidikan sebagai acuan peningkatan mutu pembelajaran di setiap satuan pendidikan.

Meski demikian, Hermansyah menilai keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kualitas pengajaran di sekolah. Kemampuan siswa dalam menyerap materi, kedisiplinan belajar, serta kebiasaan mengulang pelajaran di rumah, juga menjadi faktor yang memengaruhi capaian akademik.

"Kita juga harus melihat sejauh mana peserta didik menyerap materi yang disampaikan guru selama proses pembelajaran berlangsung. Kemauan belajar dan mengulang materi di rumah juga sangat menentukan hasil belajar mereka," ujarnya.

Terkait pelaksanaan tes pemetaan oleh SMAN 2 Taliwang, Hermansyah menilai langkah tersebut merupakan kewenangan masing-masing satuan pendidikan. Menurutnya, pemetaan kemampuan akademik dibutuhkan sekolah untuk mengetahui kondisi awal peserta didik. Sehingga, strategi pembelajaran dapat disusun sesuai kebutuhan.

"Hasil pemetaan itu menjadi dasar bagi sekolah untuk mengetahui aspek mana yang harus diperkuat ketika siswa mulai mengikuti pembelajaran di jenjang SMA," jelasnya.

Dikbud Sumbawa Barat juga berencana memperkuat koordinasi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat di KSB. Sinergi tersebut diharapkan mampu menghasilkan langkah bersama dalam memperbaiki transisi pembelajaran dari SMP ke SMA sehingga kesenjangan kompetensi dasar siswa dapat ditekan.

Menurut Hermansyah, evaluasi yang akan dilakukan tidak hanya menyasar capaian peserta didik, tetapi juga proses pembelajaran, metode pengajaran, hingga penguatan kapasitas guru. Dengan demikian, kualitas lulusan SMP di Kabupaten Sumbawa Barat diharapkan semakin meningkat dan memiliki bekal akademik yang memadai sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. (Gbw)

Bagikan Berita Ini: