Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Kebakaran melanda ruang mesin sentra produksi oksigen di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa yang berlokasi di Dusun Sering Kecamatan Unter Iwes, Senin (15/6) malam. Berkat respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kabupaten Sumbawa bersama pihak rumah sakit dan PLN, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.55 Wita. Petugas Damkartan Kabupaten Sumbawa menerima laporan dari petugas RSUD Sumbawa yang melihat munculnya api dari ruang sentra produksi oksigen rumah sakit.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Sumbawa, H Sahabuddin, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, tim dari Peleton III Mako Damkar langsung bergerak menuju lokasi kejadian dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran.
“Petugas menerima laporan sekitar pukul 19.55 Wita dan lima menit kemudian langsung tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujarnya dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah membesar dan membakar mesin sentra produksi oksigen yang berada di dalam satu unit ruangan atau gudang. Situasi tersebut sempat menjadi perhatian serius karena lokasi kebakaran merupakan area produksi oksigen yang berpotensi menimbulkan risiko lebih besar apabila terdapat tabung oksigen yang terdampak kobaran api.
Petugas pemadam kebakaran pun melakukan penanganan secara hati-hati guna mengantisipasi kemungkinan ledakan. Dalam proses pemadaman, koordinasi cepat dilakukan dengan pihak PLN untuk memutus aliran listrik di lokasi kejadian sehingga proses penanganan dapat berlangsung lebih aman.
Kolaborasi antara petugas Damkartan, pihak rumah sakit, PLN, serta masyarakat sekitar dinilai menjadi faktor penting dalam mengendalikan kebakaran. Sebelum petugas pemadam tiba, petugas jaga RSUD Sumbawa sempat berupaya memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, kobaran api yang terus membesar membuat upaya tersebut tidak mampu mengendalikan kebakaran sehingga bantuan pemadam kebakaran segera diminta.
Setelah berjibaku selama kurang lebih 45 menit, petugas akhirnya berhasil menguasai situasi. Api dinyatakan padam dan terkendali pada pukul 20.45 Wita. Selanjutnya, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Seluruh rangkaian penanganan berlangsung aman dan lancar. Setelah memastikan lokasi dalam kondisi terkendali, personel Damkartan Kabupaten Sumbawa kembali ke Markas Komando pada pukul 21.01 Wita.
Akibat kejadian tersebut, satu unit ruangan yang digunakan sebagai tempat sentra produksi oksigen dilaporkan mengalami kerusakan berat. Selain itu, mesin produksi oksigen beserta sejumlah tabung yang berada di dalam ruangan turut terbakar.
Meski demikian, hingga kini nilai kerugian material akibat kebakaran belum dapat dipastikan. Hal itu karena peralatan yang terbakar merupakan aset milik pihak ketiga yang bekerja sama dengan rumah sakit sehingga proses pendataan masih dilakukan.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Petugas terkait masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber api yang mengakibatkan terbakarnya fasilitas produksi oksigen tersebut.
Tidak ada laporan korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kejadian ini menjadi perhatian serius mengingat fasilitas yang terbakar merupakan bagian penting dalam pelayanan kesehatan rumah sakit, khususnya untuk penyediaan kebutuhan oksigen bagi pasien.
Pasca-insiden terbakarnya mesin produksi oksigen, pelayanan di RSUD sendiri tetap berjalan normal.
Hal ini disampaikan oleh Direktur RSUD Sumbawa, melalui Kabid Penunjang Medis dan Non-Medis, Khairul Alamsyah, Selasa (16/6) pagi.
"Pelayanan kesehatan di gedung baru maupun gedung lama tetap berjalan normal," kata Alam.
Ia menjelaskan bahwa unit mesin yang terbakar tersebut merupakan milik pihak ketiga. Dampak dari insiden ini hanyalah terhentinya produksi oksigen di lokasi untuk sementara waktu.
"Produksi dihentikan sampai pihak ketiga menyatakan siap untuk beroperasi kembali," ungkapnya.
Untuk mengantisipasi kelangkaan dan mendukung pelayanan rumah sakit, pihak manajemen telah memesan puluhan tabung oksigen tambahan. Saat ini, stok yang tersedia di rumah sakit juga dipastikan masih aman.
"Sebagai langkah antisipasi, kami sudah memesan 50 tabung tambahan. Saat ini stok yang ada masih aman, yaitu sebanyak 47 tabung. Rata-rata pemakaian berkisar antara 15 hingga 20 tabung oksigen per hari, bersifat fluktuatif tergantung pada jumlah pasien," pungkasnya. (Gar)