Sumbawa Besar, GaungNUSRA0nline
Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Baznas Kabupaten Sumbawa, resmi melaksanakan launching Program Desa Sadar Zakat, yang dipusatkan di Desa Brang Kolong Kecamatan Plampang. Kegiatan berlangsung di Masjid Al-Muttaqin, Jumat (10/4) usai pelaksanaan salat Jumat dan dihadiri ratusan masyarakat, serta unsur pemerintah daerah.
Launching program ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Sumbawa.
Dihadiri pula oleh kepala Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, H Faisal SAg MMInov, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh, H Ardi Suzami SHi MMInov. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam mendorong penguatan peran zakat sebagai instrumen pembangunan sosial di daerah.
Dalam kegiatan tersebut, Desa Brang Kolong ditetapkan sebagai salah satu pilot project Desa Sadar Zakat di Kabupaten Sumbawa. Penetapan ini menjadi langkah awal, dalam membangun sistem pengelolaan zakat berbasis desa yang lebih terstruktur, transparan, dan berkelanjutan.
Camat Plampang, Sudarli SPt MSi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program tersebut. Ia menilai, bahwa Desa Sadar Zakat merupakan inovasi penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kewajiban zakat, sekaligus memperkuat kepedulian sosial.
Menurutnya, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah desa, tokoh agama, serta masyarakat. Ia berharap program ini mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kecamatan Plampang maupun di Kabupaten Sumbawa secara umum.
Selanjutnya, Ketua Baznas Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat SAg MMInov, menyampaikan laporan terkait kondisi dan potensi zakat di daerah. Ia mengungkapkan bahwa potensi zakat di Kabupaten Sumbawa sangat besar, terutama dari sektor pertanian dan peternakan. Namun masih perlu dioptimalkan, melalui pendekatan yang lebih sistematis dan berbasis masyarakat.
Program Desa Sadar Zakat, lanjutnya, menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan literasi zakat. Sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat, yang dilakukan secara profesional dan akuntabel.
Sebelum sambutan Bupati, dilakukan penyerahan bantuan dari Baznas kepada Masjid Al-Muttaqin sebesar Rp10 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai kegiatan keagamaan dan sosial, yang berpusat di masjid sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Selain itu, Baznas juga menyalurkan bantuan konsumtif kepada 100 mustahik di Desa Brang Kolong. Penyaluran ini menjadi bagian dari upaya memastikan bahwa zakat yang dihimpun dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang membutuhkan.
Momen launching semakin bermakna dengan adanya partisipasi langsung dari masyarakat dalam menunaikan zakat. Salah seorang warga, Sahabuddin, menyerahkan zakat berupa satu ekor sapi kepada Baznas. Selain zakat ternak, masyarakat juga menyerahkan zakat dalam bentuk gabah dan bawang merah, sebagai hasil pertanian.
Penyerahan zakat secara langsung ini menjadi simbol kuat tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan kewajiban zakat. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa program yang diluncurkan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung diimplementasikan oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Khususnya dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa melalui Program Desa Sadar Zakat, pemerintah daerah ingin membangun kesadaran kolektif masyarakat. Agar, zakat dapat dikelola secara optimal dan memberikan dampak nyata.
“Zakat bukan hanya kewajiban keagamaan, tetapi juga kekuatan sosial yang mampu mendorong pemerataan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Bupati juga berharap Desa Brang Kolong dapat menjadi contoh sukses, yang dapat direplikasi di desa-desa lain. Ia mengajak seluruh kepala desa untuk aktif berperan dalam mengedukasi masyarakat, serta mendukung pengelolaan zakat di wilayah masing-masing.
Kepala Desa Brang Kolong, H Ahmad SH, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan, serta komitmennya untuk menjadikan desanya sebagai model Desa Sadar Zakat yang berhasil.
Menurutnya, program ini membuka peluang besar dalam meningkatkan kepedulian sosial masyarakat serta memperkuat nilai kebersamaan. Ia juga optimistis bahwa dengan dukungan semua pihak, program ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata.
Antusiasme juga terlihat dari para kepala desa se-Kabupaten Sumbawa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyatakan kesiapan untuk mengadopsi program serupa di desa masing-masing, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran ratusan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti tingginya dukungan terhadap Program Desa Sadar Zakat. Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu berjalan secara berkelanjutan, serta memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Kabupaten Sumbawa. (Gam)