Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus mematangkan pelaksanaan Program KSB Maju Luar Biasa melalui pengembangan klaster pertanian, peternakan, dan perikanan. Pada tahun ini, pemerintah daerah memprioritaskan pengembangan sektor peternakan melalui program penggemukan dan pembibitan sapi berbasis kelompok masyarakat yang dirancang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Program tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan populasi dan produktivitas ternak, tetapi juga menciptakan sistem usaha peternakan yang berkelanjutan. Seluruh rantai usaha, mulai dari penyediaan bibit, pakan, pendampingan teknis, hingga pemasaran hasil, dipersiapkan secara terpadu. Tujuannya, agar mampu meningkatkan pendapatan peternak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.
Kepala Dinas Pertanian KSB, Jamilatul, mengatakan pemerintah daerah memberikan dukungan penuh pada tahun pertama pelaksanaan program melalui penyediaan sarana dan prasarana. Dukungan tersebut meliputi pembangunan kandang, gudang pakan, penyediaan bibit ternak, hingga pengembangan hijauan makanan ternak (HMT) sebagai sumber pakan utama.
"Tahun ini pembangunan kandang sudah mulai berjalan. Penanaman hijauan makanan ternak juga telah dilakukan oleh kelompok penerima manfaat sebagai persiapan penyediaan pakan," ujarnya, Selasa (7/7).
Program tersebut melibatkan 17 kelompok peternak yang tersebar di sejumlah wilayah Kabupaten Sumbawa Barat. Sebanyak sembilan kelompok difokuskan pada usaha penggemukan sapi, sedangkan delapan kelompok lainnya menjalankan program pembibitan.
Menurut Jamilatul, kedua program tersebut memiliki pola pelaksanaan yang berbeda sesuai dengan tujuan masing-masing. Pada program penggemukan, kelompok peternak menerima sapi jantan untuk dipelihara hingga mencapai bobot sekitar 200 kilogram.
Sementara pada program pembibitan, kelompok menerima sapi betina siap bunting beserta sapi jantan sebagai pejantan. Anak sapi yang dihasilkan nantinya akan dibeli kembali oleh perusahaan daerah sebagai bagian dari sistem pengembangan populasi ternak yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan, program tersebut tidak berhenti pada tahap budidaya, tetapi telah dirancang terintegrasi dengan sektor hilir. Setelah sapi hasil penggemukan mencapai bobot sekitar 200 kilogram, ternak akan diserahkan kepada mitra usaha untuk menjalani fase pembesaran lanjutan hingga mencapai bobot ideal sekitar 300 kilogram.
"Setelah mencapai berat sekitar 300 kilogram, sapi akan diproses di Rumah Potong Hewan (RPH) Ruminansia Petrok. Daging hasil pemotongan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal, termasuk permintaan PT Amman Mineral," jelasnya.
Untuk menjaga akuntabilitas pelaksanaan program, pembangunan kandang dan gudang pakan dilakukan melalui sistem swakelola oleh masing-masing kelompok peternak. Salah satu kelompok yang telah mulai melaksanakan pembangunan tersebut berada di wilayah Batu Dulang.
Selain dukungan sarana, pemerintah daerah juga memberikan pendampingan secara intensif kepada seluruh kelompok penerima manfaat. Dinas Pertanian telah menempatkan tiga orang fasilitator di setiap kecamatan dari tujuh kecamatan yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat.
Para fasilitator memiliki tugas sesuai bidang keahlian masing-masing, yakni pengembangan pakan, pembibitan, dan kesehatan hewan. Mereka bekerja bersama penyuluh lapangan serta koordinator kecamatan untuk mendampingi peternak dalam menjalankan usaha sehari-hari.
"Fasilitator bersama penyuluh akan melakukan pendampingan secara rutin. Bahkan perkembangan bobot sapi dipantau melalui penimbangan berkala sehingga pertumbuhan ternak dapat dievaluasi secara terus-menerus," kata Jamilatul.
Melalui pendampingan tersebut, pemerintah berharap para peternak tidak hanya mampu meningkatkan produktivitas, tetapi juga memiliki kemampuan dalam mengelola usaha secara profesional, termasuk menyusun administrasi dan mengatur keuangan kelompok.
Pemerintah daerah menargetkan setelah satu siklus usaha, yang diperkirakan berlangsung selama delapan hingga 12 bulan, hasil penjualan ternak dapat menjadi modal bergulir bagi kelompok. Keuntungan yang diperoleh nantinya diharapkan digunakan kembali untuk membeli bibit baru sehingga usaha peternakan dapat berkembang secara mandiri tanpa bergantung sepenuhnya pada bantuan pemerintah.
Dengan konsep hulu hingga hilir yang terintegrasi, Program KSB Maju Luar Biasa di sektor peternakan diharapkan mampu menciptakan ekosistem usaha ternak yang berdaya saing, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta memperkuat kontribusi sektor peternakan terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumbawa Barat. (Gbw)