Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Ketua Dewan Syara' Majelis Adat Lembaga Adat Tana' Samawa (LATS), Syukri Rahmat, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah tegas Pemerintah Kabupaten Sumbawa bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dalam memberantas praktik penebangan liar atau illegal logging yang masih terjadi di sejumlah kawasan hutan di Kabupaten Sumbawa.
Dukungan tersebut disampaikan, sebagai bentuk keprihatinan terhadap semakin besarnya ancaman kerusakan lingkungan, akibat aktivitas perusakan hutan yang dilakukan oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab. Menurut Syukri Rahmat, upaya penegakan hukum terhadap pelaku illegal logging, harus dilakukan secara tegas dan konsisten. Demi menjaga keberlanjutan sumber daya alam serta keselamatan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa praktik perusakan hutan tidak dapat lagi ditangani dengan pendekatan yang lunak. Penegakan aturan harus dilakukan tanpa pandang bulu, agar memberikan efek jera, sekaligus menjadi peringatan bagi pihak lain yang berupaya melakukan tindakan serupa.
“Kami berpandangan bahwa aksi para perusak hutan ini tidak boleh lagi ditangani secara lembek. Saatnya aturan ditegakkan secara tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Menurut Syukri Rahmat, kerusakan hutan yang terus berlangsung akan menimbulkan dampak luas bagi kehidupan masyarakat. Selain mengancam kelestarian lingkungan, kondisi tersebut juga berpotensi memicu berbagai bencana ekologis yang merugikan masyarakat dalam jangka panjang.
Ia menjelaskan bahwa berkurangnya tutupan hutan dapat menyebabkan meningkatnya risiko banjir, erosi, dan kekeringan. Tidak hanya itu, kerusakan kawasan hutan juga berpotensi menghilangkan sumber-sumber mata air, meningkatkan suhu udara, serta merusak keseimbangan ekosistem yang selama ini menjadi penyangga kehidupan masyarakat Sumbawa.
“Kalau hutan terus dirusak, dampaknya bukan hanya dirasakan hari ini, tetapi juga oleh generasi mendatang. Karena itu, langkah penyelamatan hutan harus menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Atas dasar itu, Syukri Rahmat menegaskan bahwa pihaknya bersama berbagai elemen masyarakat mendukung sepenuhnya langkah Bupati Sumbawa dan Forkopimda, dalam melakukan tindakan hukum terhadap siapa pun yang terbukti terlibat dalam aktivitas perusakan hutan.
Menurutnya, keberanian pemerintah daerah dalam mengambil langkah tegas merupakan bagian penting dari upaya menjaga keberlanjutan pembangunan daerah yang saat ini terus didorong di berbagai sektor.
Syukri Rahmat yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sumbawa, menekankan bahwa menjaga kelestarian alam merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, bukan hanya pemerintah. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menunjukkan kepedulian nyata terhadap lingkungan melalui tindakan konkret dalam menjaga dan melestarikan kawasan hutan.
“Mari kita menjaga Sumbawa Tana Bulaeng ini dengan sepenuh hati, jangan hanya pura-pura peduli. Siapa pun kita, mari bersama-sama menjaga Sumbawa dengan penuh tanggung jawab dan kecintaan,” ajaknya.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan pesan moral kepada masyarakat melalui ungkapan khas Samawa, “Ma tutu tutu tu pedi Samawa ta. Na saya ate,” yang menggambarkan kecintaan mendalam terhadap Tanah Samawa serta pentingnya menjaga warisan alam dan budaya yang dimiliki daerah ini.
Lebih lanjut, Syukri Rahmat menilai keberhasilan berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah daerah sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang tetap terjaga. Menurutnya, pembangunan infrastruktur, ekonomi, pertanian, maupun sektor lainnya tidak akan memberikan manfaat optimal apabila sumber daya alam terus mengalami kerusakan.
Karena itu, ia mengajak seluruh komponen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, hingga seluruh elemen bangsa untuk bersatu mendukung upaya pemberantasan illegal logging dan menjaga kelestarian hutan Sumbawa.
Ia menegaskan bahwa hutan merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga bersama demi menjamin kesejahteraan masyarakat saat ini maupun generasi mendatang.
“Dengan menjaga hutan, kita menjaga sumber kehidupan. Dengan menjaga alam, kita menjaga masa depan Sumbawa. Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus kita tunaikan demi keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (Gac)