PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

KSB Perkuat Literasi Lewat Pelatihan Bercerita Hingga Kunjungan OPD

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terus memperluas gerakan literasi masyarakat.

E
Penulis Editor
Tanggal 17 Sep 2026, 12:43 WITA
 KSB Perkuat Literasi Lewat Pelatihan Bercerita Hingga Kunjungan OPD
Gandeng Amman Academy, Dinas Arpus KSB Siapkan Kelas "Nyalakan Imajinasi" untuk Pegiat Literasi

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), terus memperluas gerakan literasi masyarakat. Selain menjalankan program melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), dinas tersebut menggandeng pihak eksternal untuk memperkuat kemampuan pegiat literasi dalam menarik minat baca anak.

Sekretaris Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sumbawa Barat, Hermanto SPd MM, mengatakan pihaknya telah menjalankan sejumlah program literasi sepanjang 2026. Program itu menyasar berbagai kelompok, mulai dari pengelola perpustakaan, pelajar, guru, pegiat literasi, hingga masyarakat di tingkat desa.

“Sudah beberapa program kita laksanakan pada tahun ini. Ada yang menggunakan anggaran dan ada yang tidak menggunakan anggaran. Programnya beragam, mulai dari pengelolaan perpustakaan dan keterampilan lainnya,” ujar Hermanto, Rabu (16/9).

Menurut dia, dinas tidak hanya berfokus pada peningkatan minat baca. Dinas juga berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang mengelola berbagai kegiatan perpustakaan dan literasi.

Salah satu program yang berjalan yakni bimbingan teknis bagi pengelola perpustakaan. Dinas juga menggelar perlombaan bertutur serta kegiatan penguatan literasi dan numerasi melalui kelas-kelas kecil.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan KSB juga mendorong masyarakat memanfaatkan perpustakaan daerah sebagai ruang belajar. Untuk memperluas keterlibatan aparatur pemerintah, dinas menjadwalkan kunjungan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) setiap Jumat.

Melalui program tersebut, jajaran pegawai OPD mendapat kesempatan datang dan memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di perpustakaan daerah. Dinas berharap kebiasaan tersebut ikut memperkuat budaya membaca di lingkungan pemerintahan.

Di sisi lain, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan KSB mulai menyiapkan pelatihan teknik bercerita bagi pegiat literasi dan pengelola perpustakaan. Program tersebut lahir dari kerja sama sukarela dengan Kepala Perpustakaan Amman Academy, James.

Hermanto mengatakan kerja sama tersebut tidak menggunakan anggaran daerah. Pihaknya menjadwalkan pelatihan pada 10 Oktober mendatang dengan melibatkan pegiat literasi di KSB.

“Nama programnya ‘Nyalakan Imajinasi’, kelas intensif teknik bercerita yang memikat. Program ini akan melibatkan pegiat literasi,” jelas Hermanto.

Ia menjelaskan, kemampuan bercerita memiliki peran penting dalam mengenalkan buku kepada anak-anak. Pengelola perpustakaan dan pegiat literasi perlu menguasai cara menyampaikan cerita agar anak tidak hanya melihat buku sebagai bahan bacaan, tetapi juga sebagai sumber pengalaman belajar yang menyenangkan.

Dinas kemudian memprioritaskan pelatihan tahap awal bagi sumber daya manusia di internal dinas, pegiat literasi, serta pengelola perpustakaan sekolah dan desa.

Hermanto menyebutkan kemampuan teknis bercerita belum dimiliki secara merata oleh para pengelola perpustakaan. Karena itu, pelatihan tersebut diarahkan untuk mengisi kebutuhan keterampilan yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan literasi.

Petugas perpustakaan nantinya dapat menggunakan teknik bercerita ketika menerima kunjungan anak-anak taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Pegiat literasi juga dapat menerapkan kemampuan tersebut saat menggelar lapak baca di kawasan Car Free Day.

Para guru pun dapat memanfaatkan materi pelatihan ketika membimbing siswa menghadapi perlombaan bertutur tingkat kabupaten. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas literasi.

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan KSB juga membuka peluang memperluas pelatihan apabila pendaftaran dan antusiasme peserta menunjukkan respons positif. Program tersebut selanjutnya dapat melibatkan lebih banyak sekolah dan komunitas literasi yang belum terjangkau. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: