PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

KSB Pamerkan Rempah hingga Smelter di APKASI Expo

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menyiapkan beragam potensi unggulan daerah untuk dipromosikan dalam APKASI Otonomi Expo 2026.

E
Penulis Editor
Tanggal 20 Aug 2026, 18:34 WITA
 KSB Pamerkan Rempah hingga Smelter di APKASI Expo
Tampilkan Smelter hingga Potensi Wisata, Pemkab KSB Siap Unjuk Gigi di APKASI Otonomi Expo 2026

Sumbawa Barat, GaungNUSRA

Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), menyiapkan beragam potensi unggulan daerah untuk dipromosikan dalam APKASI Otonomi Expo 2026. Pemkab tidak hanya mengandalkan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), tetapi juga membawa komoditas rempah, rumput laut, pariwisata, serta perkembangan kawasan industri dan smelter.

Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) KSB, Mujiburrahman, mengatakan Pemkab KSB menempatkan APKASI Otonomi Expo sebagai ruang promosi dan penjajakan kerja sama. Karena itu, pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan stan pameran, tetapi juga melibatkan sejumlah perangkat daerah untuk mengikuti berbagai agenda selama kegiatan berlangsung.

“APKASI Otonomi Expo menyediakan beberapa agenda interaktif. Kami berpartisipasi aktif pada berbagai sesi tersebut,” kata Mujiburrahman, Rabu (19/8).

Mujiburrahman menjelaskan, salah satu agenda yang menjadi perhatian KSB ialah business and partnership matching. Melalui forum tersebut, pemerintah daerah dapat memperkenalkan potensi unggulan secara langsung sekaligus membuka komunikasi dengan calon mitra usaha dan investor.

Dinas Pertanian KSB akan mempromosikan sejumlah komoditas rempah unggulan daerah. Pemkab menilai komoditas tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan lebih luas, terutama melalui penguatan produksi, pengolahan, dan kerja sama dengan pelaku usaha.

Pada forum yang sama, Dinas Perikanan KSB membawa potensi rumput laut sebagai salah satu komoditas yang dapat dikembangkan. Pemerintah daerah akan memperkenalkan potensi tersebut kepada peserta expo sebagai bagian dari kekuatan sektor kelautan dan perikanan KSB.

Sektor pariwisata juga mendapat ruang dalam materi promosi KSB. Pemkab akan mengangkat potensi wisata alam sekaligus sport tourism yang berkembang di wilayah tersebut.

Materi promosi pariwisata mencakup pantai, kawasan pegunungan, pulau-pulau kecil, serta tradisi karapan kebo. KSB juga akan memperkenalkan aktivitas olahraga yang memiliki daya tarik wisata, seperti surfing dan paralayang.

“Tema pameran memang menonjolkan komoditas dan potensi wilayah yang berdaya saing,” ujarnya.

Selain sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata, Pemkab KSB akan menonjolkan perkembangan kawasan industri strategis. Pemerintah daerah melihat keberadaan smelter yang mulai berproduksi sebagai salah satu kekuatan penting dalam promosi investasi.

“Kami ingin menampilkan potensi kawasan industri. Apalagi smelter di KSB kini sudah mulai berproduksi,” kata Mujiburrahman.

Menurut dia, perkembangan kawasan industri memberikan gambaran mengenai peluang investasi yang dapat ditawarkan KSB. Pemkab akan mengemas informasi tersebut agar calon investor memperoleh gambaran mengenai potensi dan peluang pengembangan usaha di daerah.

Di area stan, KSB juga menampilkan berbagai produk olahan UMKM. Pemerintah daerah akan memamerkan kain tenun khas KSB, produk olahan lokal, serta racikan kopi yang disajikan barista.

Tim promosi juga menyiapkan video profil daerah untuk memberikan gambaran mengenai potensi KSB kepada pengunjung. Selain itu, panitia akan menggelar fashion show dengan menampilkan kain tenun khas daerah sebagai bagian dari promosi produk lokal dan ekonomi kreatif.

Mujiburrahman menegaskan, Pemkab KSB tidak ingin menjadikan berbagai potensi tersebut sekadar materi pajangan di stan. Tim promosi akan menyampaikan informasi mengenai peluang usaha dan investasi secara langsung kepada pengunjung, pelaku usaha, serta calon investor.

“Melalui pameran ini, kami memaparkan peluang investasi di KSB secara memikat agar menarik minat para pengusaha,” katanya.

Pemkab KSB terus mematangkan persiapan menjelang pelaksanaan expo melalui rapat koordinasi pada Rabu (19/8). Wakil Bupati Sumbawa Barat, Hj Hanipah meminta seluruh personel yang terlibat menguasai materi promosi daerah.

Penguasaan materi, menurut arahan tersebut, penting agar setiap anggota tim dapat memberikan informasi secara tepat kepada pengunjung maupun calon investor yang mendatangi stan KSB.

Sekretaris Daerah KSB, drh Hairul juga meminta tim mengemas stan secara interaktif. Ia mengarahkan tim untuk menonjolkan kawasan-kawasan strategis daerah sekaligus memperkuat penyajian informasi mengenai berbagai peluang yang dapat dikembangkan.

APKASI Otonomi Expo 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27–29 Agustus 2026. KSB akan memanfaatkan rangkaian kegiatan tersebut untuk memperkenalkan komoditas unggulan, destinasi wisata, produk UMKM, serta perkembangan kawasan industri kepada peserta dan pengunjung expo. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: