Yogyakarta, GaungNUSRA
Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa melakukan kunjungan kerja ke Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral (PUP-ESDM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Selasa (30/6). Kunjungan tersebut difokuskan pada studi komparatif pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) dan pengembangan kawasan pariwisata berbasis budaya sebagai referensi penataan ruang di Kabupaten Sumbawa.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua II DPRD Sumbawa, Gitta Liesbano SH MKn, bersama Ketua Komisi III, Syaifullah SPd MMInov, serta para anggota komisi. Turut mendampingi unsur sekretariat DPRD dan perwakilan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dari Dinas PUPR serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH). Rombongan diterima langsung oleh Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUP-ESDM DIY, Setiyanto ST.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya DPRD Sumbawa untuk mempelajari praktik terbaik pengelolaan ruang kota di Yogyakarta yang dinilai berhasil mengintegrasikan pembangunan infrastruktur modern dengan pelestarian budaya dan identitas lokal tanpa mengabaikan aspek ekologis serta pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Dalam sambutannya, Gitta Liesbano menegaskan bahwa Kabupaten Sumbawa membutuhkan pendekatan baru dalam penataan ruang terbuka hijau agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang hijau fisik, tetapi juga memiliki nilai sosial dan kultural yang mencerminkan identitas daerah. Menurutnya, RTH di Sumbawa harus mampu menghadirkan ruang publik yang hidup, inklusif, dan merepresentasikan karakter tau Samawa.
"RTH yang kami harapkan bukan sekadar ruang hijau, tetapi ruang yang memiliki jiwa, berfungsi secara ekologis, sosial, dan bermakna secara budaya," ujarnya.
Dalam sesi diskusi, pihak Dinas PUP-ESDM DIY memaparkan konsep penataan kawasan strategis seperti Malioboro yang berbasis filosofi sumbu imajiner. Penataan kawasan tersebut mengutamakan pejalan kaki, transportasi non-motor, serta penguatan identitas lokal melalui elemen budaya seperti aksara, ornamen tradisional, dan vegetasi peneduh sebagai bagian dari karakter kawasan.
Selain itu, Pemerintah Provinsi DIY juga menerapkan sistem pengelolaan kawasan terpadu, termasuk pemusatan area parkir di gedung khusus untuk mengurangi beban lalu lintas di kawasan utama serta penataan estetika bangunan secara bertahap. Konsep tersebut dirancang agar kawasan wisata dapat beroperasi secara mandiri dan berkelanjutan dalam menopang biaya pengelolaan daerah.
Dalam diskusi lanjutan, anggota Komisi III DPRD Sumbawa, Alen Taryadi, menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta dan komunitas dalam pengelolaan kawasan agar tidak membebani APBD. Sementara itu, H Zainuddin Sirat menyoroti aspek pengelolaan sampah serta kewenangan daerah dalam pengaturan investasi pada kawasan strategis.
Pihak DIY menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan kawasan didukung regulasi yang kuat, termasuk Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2012 tentang Keistimewaan DIY yang menjadi dasar hukum dalam pengelolaan tata ruang, budaya, dan pembangunan kawasan.
Berdasarkan hasil kunjungan tersebut, Komisi III DPRD Kabupaten Sumbawa merumuskan sejumlah langkah strategis yang akan diadaptasi dalam kebijakan daerah. Langkah pertama adalah penyusunan regulasi RTH berkelanjutan yang mengintegrasikan fungsi ekologis, sosial, serta pengembangan ruang bermain ramah anak dan inklusif bagi penyandang disabilitas. Langkah kedua adalah revitalisasi warisan budaya melalui pendekatan storytelling untuk mengemas situs sejarah seperti Istana Dalam Loka, Bala Kuning, dan Bala Putih sebagai destinasi wisata edukatif berbasis narasi sejarah.
Langkah ketiga adalah penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan UMKM di sekitar kawasan wisata untuk menciptakan dampak berganda bagi masyarakat.
Ketua Komisi III, Syaifullah menegaskan bahwa hasil kunjungan tersebut akan ditindaklanjuti melalui fungsi legislasi dan koordinasi lintas sektor bersama organisasi perangkat daerah terkait.
"Kami akan mendorong hasil studi ini menjadi kebijakan konkret, termasuk penguatan regulasi dan penganggaran agar program penataan ruang dan revitalisasi kawasan dapat berjalan optimal," ujarnya. (Gam)