Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Warga Desa Batu Bangka Kecamatan Moyo Hilir, digegerkan dengan penemuan seorang pria dalam kondisi meninggal dunia di areal perladangan Gempang atau Ladang Peliuk Peruak Meibo, Rabu (5/8) sore. Korban diketahui berinisial J (56), seorang ASN yang berdomisili di Dusun Malili I Desa Berare Kecamatan Moyo Hilir.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban yang merupakan kepala di salah satu SMP Negeri di Sumbawa ini, berada di ladang bersama menantunya, U, sekitar pukul 15.00 Wita. Keduanya saat itu sedang menangkap sapi milik keluarga. Setelah hewan ternak tersebut berhasil diamankan, menantu korban bersama seorang warga membawa sapi pulang menggunakan kendaraan, sementara korban memilih tetap berada di ladang.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 17.00 Wita, perangkat Desa Batu Bangka bersama warga kembali mendatangi lokasi untuk membantu menaikkan sapi ke atas mobil pikap. Saat berada di sekitar ladang, mereka melihat sekumpulan anjing mengerumuni satu titik yang tidak jauh dari lokasi aktivitas sebelumnya.
Merasa curiga, warga bersama Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan Sekretaris Desa Batu Bangka mendatangi lokasi tersebut. Mereka kemudian menemukan korban tergeletak terlentang di atas tanah dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Penemuan itu sontak mengundang kepanikan warga yang berada di lokasi.
Korban selanjutnya dikenali oleh warga setempat. Keluarga yang berada di Dusun Malili I segera dihubungi dan datang ke lokasi untuk mengevakuasi jenazah menggunakan mobil bak terbuka menuju rumah duka.
Kapolres Sumbawa melalui Kapolsek Moyo Hilir, Iptu Husni mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti laporan masyarakat dengan mendatangi lokasi bersama Tim Inafis Polres Sumbawa dan tenaga medis dari Puskesmas Moyo Hilir guna melakukan olah tempat kejadian perkara serta pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Hasil pemeriksaan medis menunjukkan korban diperkirakan telah meninggal sekitar enam jam sebelum pemeriksaan dilakukan. Tim medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas hanya mendapati luka lecet pada tiga jari tangan kiri dan lima jari tangan kanan yang diduga terjadi akibat aktivitas korban di areal perladangan.
Menurut Husni, berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit asam lambung. Hingga saat ini, tidak ditemukan indikasi yang mengarah pada tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Pihak keluarga menerima kepergian korban dengan ikhlas dan menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah melalui surat pernyataan resmi. Korban dijadwalkan dimakamkan pada Kamis (6/8) pagi di Tempat Pemakaman Umum Dusun Malili Desa Berare. (Gar/Hms)