PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Kasus Kematian NDR Belum Terungkap, Polisi Diminta Transparan

Tepat satu bulan sejak ditemukan meninggal dunia, kasus kematian NDR (21), mahasiswi Universitas Mataram (Unram) asal Kabupaten Sumbawa Barat, hingga kini masih menyisakan tanda tanya.

E
Penulis Editor
Tanggal 18 Jun 2026, 04:28 WITA
Kasus Kematian NDR Belum Terungkap, Polisi Diminta Transparan
Aliansi Mahasiswa Samawa (AMS) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram, mendesak Polresta Mataram untuk lebih terbuka dalam menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada masyarakat.

Matatam, GaungNUSRA Online 

Tepat satu bulan sejak ditemukan meninggal dunia, kasus kematian NDR (21), mahasiswi Universitas Mataram (Unram) asal Kabupaten Sumbawa Barat, hingga kini masih menyisakan tanda tanya. Penyebab pasti kematian korban belum diumumkan secara resmi oleh pihak kepolisian, sehingga proses penyelidikan terus menjadi perhatian publik.

Belum terungkapnya kasus tersebut memicu respons dari kalangan mahasiswa. Aliansi Mahasiswa Samawa (AMS) bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Mataram, mendesak Polresta Mataram untuk lebih terbuka dalam menyampaikan perkembangan penanganan perkara kepada masyarakat.

Ketua AMS, Dymas Prayoga, mengatakan lambatnya pengungkapan kasus menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Menurutnya, keluarga korban maupun publik berhak memperoleh informasi yang jelas terkait perkembangan penyelidikan.

"Hingga saat ini belum ada penjelasan yang memberikan kepastian mengenai penyebab kematian korban. Kami berharap aparat dapat menyampaikan perkembangan penyelidikan secara transparan dan profesional," ujar Dymas, Senin (17/6).

Ia mengakui kepolisian telah melakukan berbagai langkah penyelidikan, mulai dari pemeriksaan sejumlah saksi, olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan, penerjunan tim pelacak K-9, hingga pemeriksaan laboratorium forensik. Namun, hasil dari rangkaian proses tersebut belum dipublikasikan secara rinci kepada masyarakat.

Menurut Dymas, pengungkapan kasus ini penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjawab berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat. Ia menegaskan bahwa keselamatan mahasiswa harus menjadi perhatian bersama, baik oleh institusi pendidikan maupun aparat penegak hukum.

Bersama BEM Universitas Mataram, AMS menyampaikan sejumlah tuntutan kepada aparat kepolisian. Di antaranya meminta Polresta Mataram segera mengungkap kasus tersebut secara jelas, profesional, dan akuntabel.

Selain itu, mereka juga meminta seluruh barang bukti, keterangan saksi, serta hasil pemeriksaan laboratorium forensik ditelusuri secara maksimal guna memastikan seluruh fakta yang berkaitan dengan kematian korban dapat terungkap.

Mahasiswa juga mendesak agar apabila dalam proses penyelidikan ditemukan adanya unsur tindak pidana, aparat penegak hukum segera mengambil langkah hukum sesuai ketentuan yang berlaku.

Dymas menilai keterbukaan informasi dalam penanganan kasus tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap proses penegakan hukum. Terlebih, Kota Mataram selama ini dikenal sebagai salah satu pusat pendidikan tinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

"Kematian seorang mahasiswa merupakan peristiwa yang menjadi perhatian bersama. Karena itu, kami berharap proses penegakan hukum berjalan transparan sehingga dapat memberikan kepastian bagi keluarga korban dan masyarakat," katanya.

AMS dan BEM Universitas Mataram menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus tersebut hingga penyelidikan selesai dan penyebab kematian korban terungkap secara jelas. (Gbw)



Bagikan Berita Ini: