Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Perjuangan seorang ayah membopong anaknya yang sakit melewati jalan rusak di wilayah terpencil Kecamatan Batulanteh, menyita perhatian publik. Bocah berinisial Dl (11), warga Dusun Ai Tereng Desa Baturotok, harus menempuh perjalanan panjang untuk mendapatkan penanganan medis, akibat apendiksitis atau infeksi usus buntu.
Saat ini, pasien tengah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Manambai Abdulkadir (RSMA) Sumbawa, setelah berhasil dirujuk oleh keluarganya.
Perjalanan menuju rumah sakit tidak mudah. Keluarga terpaksa melakukan rujukan mandiri menggunakan sepeda motor, karena akses jalan menuju Dusun Ai Tereng sulit dilalui kendaraan roda empat. Di beberapa titik jalan yang rusak parah, pasien bahkan harus diturunkan dan digendong oleh ayahnya melewati jalur berlumpur dan berbatu, sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Keluarga memilih jalur evakuasi melalui Kecamatan Orong Telu karena dinilai lebih memungkinkan dilalui kendaraan. Sesampainya di Dusun Pelita, Desa Kelawis, kendaraan penjemput telah disiapkan keluarga untuk membawa pasien menuju RSMA.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, H Sarip Hidayat, menjelaskan bahwa tenaga kesehatan sebenarnya telah melakukan penanganan awal, sejak keluarga melaporkan kondisi pasien.
“Petugas Pustu Baturotok menerima informasi dari keluarga dan langsung mendatangi rumah pasien pada malam Senin, 18 Mei 2026, untuk melakukan pemeriksaan awal. Penanganan sesuai kapasitas layanan dasar sudah diberikan. Termasuk edukasi kepada keluarga, apabila kondisi pasien tidak membaik maka harus dirujuk ke rumah sakit,” ujarnya, Selasa (26/5).
Namun, lanjut Sarip, pada 25 Mei 2026 pihak keluarga melakukan rujukan secara mandiri tanpa berkoordinasi kembali dengan petugas kesehatan setempat. Sehingga, proses evakuasi tidak terpantau langsung oleh tenaga medis.
Meski demikian, Dinas Kesehatan memastikan pelayanan kesehatan di wilayah terpencil tetap berjalan secara rutin. Di Pustu Baturotok sendiri tersedia delapan tenaga kesehatan yang terdiri dari empat perawat dan empat bidan untuk melayani masyarakat.
Sarip mengakui, tantangan utama pelayanan kesehatan di wilayah Batulanteh adalah kondisi infrastruktur jalan yang rusak dan sulit dijangkau ambulans biasa. Menurutnya, beberapa desa di kawasan pegunungan membutuhkan kendaraan khusus. Agar penanganan pasien darurat dapat dilakukan lebih cepat dan aman.
“Kondisi medan di sejumlah wilayah sangat ekstrem sehingga ambulans yang ada sekarang belum memadai. Kami membutuhkan ambulans double gardan atau 4x4 untuk mendukung pelayanan rujukan darurat,” katanya.
Sebagai bentuk upaya peningkatan pelayanan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kesehatan telah mengusulkan pengadaan ambulans double gardan melalui skema Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2027 kepada Kementerian Kesehatan.
Selain itu, Puskesmas Batulanteh bersama Dinas Kesehatan juga secara rutin melaksanakan pelayanan kesehatan bergerak. Berupa kunjungan lapangan, pelayanan pustu, dan berbagai layanan kesehatan masyarakat lainnya. Hal ini dilakukan, untuk mendekatkan akses pelayanan kepada warga di daerah terpencil. (Gar)