PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

I’tikaf Ramadhan, Jamaah Padati Masjid Agung Nurul Huda

Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar dipadati jamaah yang melaksanakan i’tikaf.

E
Penulis Editor
Tanggal 17 Mar 2026, 01:10 WITA
I’tikaf Ramadhan, Jamaah Padati Masjid Agung Nurul Huda
I’TIKAF - Salah seorang jama’ah Masjid Agung Nurul Huda sedang membaca Al-Quran pada Minggu (15/3) dini hari. (Foto : Dokumentasi GaungNUSRA)

Sumbawa Besar, GaungNUSRA 

Memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan, Masjid Agung Nurul Huda Sumbawa Besar dipadati jamaah yang melaksanakan i’tikaf. Dalam tiga malam terakhir, suasana masjid terlihat semakin ramai oleh masyarakat yang datang untuk memperbanyak ibadah di malam-malam yang diyakini penuh keutamaan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Senin (16/3) malam, jamaah tidak hanya memenuhi bagian dalam masjid, tetapi juga memadati area pelataran. Sementara itu, area parkir terlihat dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat, milik para jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Kota Sumbawa Besar.

Suasana I’tikaf di Masjid Agung Nurul Huda (Foto: Dokumentasi GaungNUSRA)

Di dalam masjid, jamaah tampak khusyuk menjalankan berbagai amalan ibadah. Sebagian melaksanakan salat malam, ada yang membaca Al-Qur’an, berzikir, hingga beristirahat sejenak sebelum kembali melanjutkan ibadah hingga menjelang waktu sahur.

Salah seorang jamaah yang rutin mengikuti i’tikaf adalah Tantar Matano Sakti. Ia mengaku telah menjalankan ibadah i’tikaf secara konsisten selama empat tahun terakhir, setiap memasuki sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan.

Tantar Matano Sakti, jamaah Masjid Agung Nurul Huda yang memanfaatkan ponselnya untuk membaca Al-Qur’an. (Foto : Dokumentasi GaungNUSRA)

Menurut pria yang akrab disapa Tanten tersebut, i’tikaf menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kedekatan diri kepada Allah SWT, sekaligus berharap dapat memperoleh keberkahan malam Lailatul Qadr.

“Selain mendekatkan diri kepada Allah, juga untuk mencari malam Lailatul Qadr,” ujarnya.

Ia menuturkan, kegiatan i’tikaf biasanya dilakukan setelah dirinya menyelesaikan aktivitas pekerjaan. Sepulang kerja sekitar tengah malam, ia langsung menuju Masjid Agung Nurul Huda untuk melaksanakan berbagai ibadah hingga menjelang waktu subuh.

“Biasanya pulang kerja tengah malam, langsung berangkat ke masjid,” katanya.

Selama berada di masjid, Tanten mengisi waktu dengan berbagai amalan ibadah, seperti membaca Al-Qur’an, berzikir, serta beristirahat sejenak ketika merasa lelah. Ia mengaku biasanya menghabiskan sekitar satu jam untuk membaca Al-Qur’an setiap malam.

Menjelang waktu subuh, para jamaah biasanya melaksanakan sahur bersama di lingkungan masjid sebelum kemudian menunaikan salat subuh berjamaah.

Menurutnya, dirinya tidak memilih malam tertentu untuk melaksanakan i’tikaf. Ia berusaha memanfaatkan seluruh sepuluh malam terakhir Ramadhan karena setiap malam memiliki keutamaan yang besar.

“Kalau bisa dilakukan penuh di sepuluh malam terakhir Ramadhan,” ungkapnya.

Ia berharap kebiasaan i’tikaf yang telah dijalaninya selama beberapa tahun terakhir dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas ibadah di bulan suci Ramadhan. (Gal)

Bagikan Berita Ini: