PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Ibu Sarapan, Balita Tewas Tenggelam

Suasana tenang di Dusun Talwa Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu, mendadak berubah menjadi duka mendalam, Rabu (1/4) pagi. Seorang balita laki-laki berinisial AAG, yang baru menginjak usia dua tahun dua bulan,

E
Penulis Editor
Tanggal 02 Apr 2026, 15:03 WITA
Ibu Sarapan, Balita Tewas Tenggelam
TENGGELAM -- Jenazah AAG, balita yang tewas tenggelam di Dusun Talwa Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu saat dievakuasi warga.

Moyo Hulu, GaungNUSRAonline 

Suasana tenang di Dusun Talwa Desa Leseng Kecamatan Moyo Hulu, mendadak berubah menjadi duka mendalam, Rabu (1/4) pagi. Seorang balita laki-laki berinisial AAG, yang baru menginjak usia dua tahun dua bulan, ditemukan tak bernyawa setelah hanyut di sungai yang berada tak jauh dari rumahnya.

Kapolres melalui Kasi Humas Polres Sumbawa, Ipda Mulyawansyah SH, mengatakan tragedi ini bermula sekitar pukul 09.00 Wita. Saat itu, korban tengah asyik bermain di halaman rumah di bawah pengawasan ibunya, Sw (33). Merasa situasi aman, sang ibu masuk ke dalam rumah sebentar untuk sarapan, meninggalkan buah hatinya bermain sendirian di pekarangan.

​Namun, hanya berselang beberapa menit setelah menyelesaikan sarapannya, Sw terperanjat saat mendapati halaman rumah sudah kosong. Upaya pencarian mandiri di sekitar rumah dan tetangga tidak membuahkan hasil. Dalam kondisi panik, ia segera menghubungi suaminya, Jl (33), yang saat itu sedang bekerja di sawah.

​Setibanya di rumah, Jl melakukan penyisiran ke arah belakang rumah yang berjarak hanya sekitar 15 meter dari bibir sungai. Kecurigaan menguat saat ia menemukan alat pancing miliknya—yang sering digunakan korban untuk bermain—tergeletak di pinggir sungai, namun sosok sang anak tidak terlihat.

​"Orang tua korban langsung meminta bantuan warga dan Kepala Dusun untuk melakukan penyisiran di sepanjang aliran sungai," ujar Mulyawansyah.

​Mendapat laporan tersebut, puluhan warga bahu-membahu menyisir sungai, baik di tepian maupun dengan cara menyelam. Personel Polsek Moyo Hulu yang dipimpin Kanit Reskrim juga dikerahkan ke lokasi untuk membantu proses pencarian.

​Setelah satu jam pencarian yang menegangkan, sekitar pukul 10.05 Wita, seorang warga yang ikut menyelam menemukan tubuh mungil korban. Korban ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia, terseret arus sejauh kurang lebih 300 meter dari titik awal diduga terjatuh.

​"Korban langsung dievakuasi ke rumah duka. Berdasarkan pemeriksaan medis awal oleh bidan desa setempat yang didampingi personel kepolisian, korban dipastikan meninggal dunia murni akibat tenggelam," tambah Mulyawansyah.

​Pihak keluarga menyatakan telah ikhlas menerima kejadian tragis ini sebagai musibah. Mereka menolak dilakukan otopsi lebih lanjut, yang diperkuat dengan penandatanganan berita acara penolakan otopsi di hadapan petugas. (Gar)

Bagikan Berita Ini: