Sumbawa Besar, GaungNUSRA Online
Seorang pria berinisial B (64), warga Kelurahan Brangbara Kecamatan Sumbawa, ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Jalan Kartini, Senin (8/6) malam. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang itu diduga meninggal akibat sakit yang dideritanya.
Penemuan jenazah tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah yang selama ini ditempatinya seorang diri.
Informasi yang dihimpun menyebutkan, penemuan korban bermula sekitar pukul 19.00 Wita, ketika seorang tetangganya berinisial HI datang ke rumah korban untuk mengantarkan obat. Namun, setelah beberapa kali memanggil dari luar rumah, tidak ada respons dari korban.
Merasa curiga, saksi kemudian berinisiatif membuka pintu rumah. Saat memasuki rumah, saksi mendapati korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Kondisi jenazah yang telah mengeluarkan bau tidak sedap mengindikasikan korban telah meninggal beberapa waktu sebelumnya.
Temuan tersebut segera dilaporkan kepada warga sekitar dan diteruskan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.
Kapolres Sumbawa, melalui Kapolsek Sumbawa, Iptu Rohmad Rondhi membenarkan adanya peristiwa tersebut. Setelah menerima laporan dari masyarakat, personel gabungan Satreskrim Polres Sumbawa dan Polsek Sumbawa langsung menuju lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, diduga almarhum meninggal dunia karena sakit. Almarhum diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut,” ujar Rondhi.
Ia menjelaskan, tim identifikasi yang melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, hasil olah TKP juga tidak menunjukkan indikasi tindak pidana maupun unsur yang mengarah pada kematian tidak wajar.
Menurut Rondhi, pihak keluarga telah menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menyatakan ikhlas atas meninggalnya korban. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan memilih segera mempersiapkan proses pemakaman.
“Pihak keluarga menerima kematian almarhum sebagai takdir dan menolak dilakukan autopsi,” katanya.
Dalam penanganan kasus ini, kepolisian telah melakukan sejumlah langkah, antara lain mengamankan lokasi kejadian, melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, mengumpulkan bahan keterangan, serta melengkapi administrasi pelaporan sesuai prosedur yang berlaku.
Rencananya, jenazah korban akan dibawa oleh pihak keluarga ke Kabupaten Lombok Timur untuk dimakamkan. Sementara itu, situasi di sekitar lokasi kejadian telah kembali kondusif setelah proses evakuasi dan pemeriksaan selesai dilakukan. (Gar/Hms)