Moyo Hulu, GaungNUSRA
Forum Komunikasi Kepala Desa (FK2D) Kecamatan Moyo Hulu menetapkan kepengurusan baru dalam Musyawarah Kecamatan (Muscam) yang dirangkaikan dengan diskusi publik pertambangan di Aula Kantor Desa Semamung, Kamis (22/10).
Muscam tersebut mengusung tema “Dari Desa Via FK2D Mengawal Investasi Pertambangan Berkelanjutan dan Berkeadilan Sosial”. Forum ini menjadi momentum regenerasi organisasi sekaligus ruang konsolidasi aspirasi desa terkait investasi pertambangan di Kabupaten Sumbawa.
Kegiatan dibuka Camat Moyo Hulu, Deden Fitriadi, SSTP MSi, dan dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Kapolsek, Danramil, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa se-Kecamatan Moyo Hulu.
Dalam sambutannya, Ketua FK2D Moyo Hulu periode sebelumnya, Alwan Hidayat SPdI NLP, mengatakan regenerasi kepemimpinan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi. Karena itu, Muscam diharapkan tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga memperkuat arah kebijakan dan peran FK2D ke depan.
Menurut Alwan, forum tersebut diarahkan untuk merumuskan dua kelompok rekomendasi strategis, yakni rekomendasi internal terkait penguatan kelembagaan FK2D dan rekomendasi eksternal mengenai investasi pertambangan yang berkelanjutan serta berkeadilan sosial.
“Rekomendasi yang dihasilkan nantinya merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk mengawal investasi agar berjalan secara berkelanjutan, memperhatikan kepentingan masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat, khususnya masyarakat di wilayah Kabupaten Sumbawa,” ungkapnya.
Ia menegaskan, FK2D tidak sekadar menjadi wadah komunikasi antarkepala desa, tetapi juga harus berperan sebagai ruang konsolidasi dan penyampaian aspirasi masyarakat desa dalam merespons isu-isu strategis yang berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Terkait belum hadirnya pihak manajemen perusahaan sebagai narasumber dalam diskusi publik tersebut, Alwan menyatakan kondisi itu tidak menghilangkan esensi forum. Diskusi tetap menjadi ruang untuk mengidentifikasi persoalan, merumuskan aspirasi, serta menyusun rekomendasi berdasarkan perspektif masyarakat desa.
Sementara itu, Camat Moyo Hulu, Deden Fitriadi, mengapresiasi pelaksanaan Muscam yang dirangkaikan dengan diskusi publik pertambangan. Ia menilai pergantian kepengurusan melalui mekanisme musyawarah merupakan bagian dari upaya menjaga tata kelola organisasi agar tetap berjalan sesuai ketentuan dan kebutuhan.
Deden juga mengapresiasi inisiatif FK2D mengangkat isu pertambangan sebagai agenda diskusi publik. Menurutnya, investasi pertambangan merupakan isu strategis yang perlu mendapat perhatian karena berpotensi memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
Ia berharap diskusi tersebut menghasilkan rekomendasi konstruktif yang berpihak pada kepentingan masyarakat. Rekomendasi itu nantinya akan disampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan pihak perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam mengawal pelaksanaan investasi pertambangan.
Iwan Darsono Pimpin FK2D Moyo Hulu
Dalam agenda pemilihan kepengurusan, Muscam menetapkan Iwan Darsono, Kepala Desa Berang Rea, sebagai Ketua FK2D Kecamatan Moyo Hulu periode berikutnya. Ia didampingi Maswarang, Kepala Desa Lito, sebagai sekretaris dan M. Sidik, Kepala Desa Mokong, sebagai bendahara.
Kepengurusan baru tersebut menggantikan pengurus sebelumnya yang dipimpin Alwan Hidayat, Kepala Desa Batu Tering, sebagai ketua; Yunus Syufriadi, Kepala Desa Batu Bulan, sebagai sekretaris; serta Rajuddin, Kepala Desa Leseng, sebagai bendahara.
Setelah penetapan, pengurus terpilih akan menyusun struktur organisasi secara lengkap, mempersiapkan pelantikan, serta merancang rapat kerja kecamatan sebagai dasar pelaksanaan program dan agenda organisasi ke depan.
Melalui Muscam dan diskusi publik tersebut, FK2D Moyo Hulu diharapkan semakin memperkuat koordinasi antarpemerintah desa sekaligus mengonsolidasikan aspirasi masyarakat dalam mengawal investasi pertambangan yang memperhatikan keberlanjutan lingkungan, keadilan sosial, dan manfaat bagi masyarakat.
FK2D Moyo Hulu mengusung semangat “Dari Desa Membangun Sumbawa Maju, Unggul, dan Sejahtera” sebagai landasan dalam memperkuat peran desa dalam pembangunan daerah. (Gal)