PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Dukung Program KEJAR, Dikbud Sumbawa Perkuat Sinergi TPAKD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, memperkuat sinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), untuk memperluas akses dan meningkatkan literasi keuangan pelajar melalui Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar).

E
Penulis Editor
Tanggal 14 Sep 2026, 12:51 WITA
 Dukung Program KEJAR, Dikbud Sumbawa Perkuat Sinergi TPAKD
Perkuat Inklusi Keuangan Pelajar, Dikbud Sumbawa Sinergi dengan TPAKD Dorong Program KEJAR

Mataram, GaungNUSRA 

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sumbawa, memperkuat sinergi dengan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), untuk memperluas akses dan meningkatkan literasi keuangan pelajar melalui Program KEJAR (Satu Rekening Satu Pelajar).

Dikbud mendorong satuan pendidikan ikut mengambil peran dalam mengenalkan layanan keuangan formal kepada peserta didik. Upaya tersebut diarahkan agar pelajar mulai memahami manfaat menabung, mengenal produk perbankan, serta menggunakan layanan keuangan secara aman dan bertanggung jawab sejak usia dini.

Penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam Rapat Pleno TPAKD Provinsi NTB dan Rapat Koordinasi TPAKD Wilayah NTB Tahun 2026 di Mataram, Kamis (10/9). Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk membahas strategi memperluas akses keuangan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.

Dikbud Kabupaten Sumbawa menghadiri kegiatan tersebut melalui Kasubag Program, Iwan Satriawan SE MAk. Kehadiran perwakilan Dikbud sekaligus menunjukkan keterlibatan sektor pendidikan dalam mendukung agenda TPAKD, khususnya penguatan Program KEJAR di lingkungan satuan pendidikan.

Dalam arah strategis TPAKD Tahun 2026, pemerintah kabupaten dan kota melalui TPAKD masing-masing mendapat peran untuk mendukung pelaksanaan Program KEJAR. Gerakan Satu Rekening Satu Pelajar menjadi salah satu langkah yang didorong untuk memperluas kepemilikan rekening di kalangan pelajar.

Program tersebut membuka ruang bagi pelajar untuk mengenal layanan keuangan formal melalui pengalaman yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Sekolah dapat membantu siswa memahami fungsi rekening, membangun kebiasaan menabung, serta mengenalkan tata cara menggunakan layanan perbankan secara bijak.

Dikbud Kabupaten Sumbawa melihat sekolah memiliki posisi strategis dalam mendukung agenda tersebut. Sekolah berinteraksi langsung dengan peserta didik sehingga dapat mengintegrasikan edukasi keuangan melalui kegiatan pembelajaran maupun aktivitas pendukung lainnya.

Guru dan tenaga kependidikan dapat membantu siswa memahami pentingnya mengelola uang secara bertanggung jawab. Mereka juga dapat mengenalkan prinsip dasar keamanan transaksi dan mengingatkan siswa agar tidak sembarangan memberikan informasi pribadi ketika menggunakan layanan digital.

Literasi keuangan juga semakin penting seiring perkembangan teknologi. Berbagai layanan keuangan kini dapat diakses melalui perangkat digital sehingga pelajar perlu memiliki pemahaman dasar mengenai manfaat, risiko, dan keamanan penggunaannya.

Melalui Program KEJAR, pelajar tidak hanya diarahkan untuk memiliki rekening. Program tersebut juga mendorong peserta didik memahami penggunaan produk dan layanan keuangan secara tepat.

Pemahaman tersebut dapat membantu pelajar mengenali berbagai risiko transaksi keuangan. Edukasi sejak dini juga dapat membangun sikap lebih berhati-hati ketika menerima tawaran layanan keuangan maupun menghadapi berbagai modus penipuan yang berkembang di ruang digital.

Karena itu, kolaborasi antara TPAKD Kabupaten Sumbawa dan Dikbud perlu melibatkan satuan pendidikan serta lembaga jasa keuangan. Kolaborasi tersebut dapat memperkuat edukasi sekaligus memperluas akses pelajar terhadap layanan keuangan formal.

Dalam forum koordinasi tersebut, pemerintah juga mendorong daerah memperkuat langkah-langkah yang dapat meningkatkan inklusi keuangan masyarakat. Sektor pendidikan menjadi salah satu ruang yang dapat dimanfaatkan untuk membangun pemahaman keuangan sejak generasi muda.

Kegiatan Rapat Pleno TPAKD Provinsi NTB dan Rapat Koordinasi TPAKD Wilayah NTB Tahun 2026 dibuka Sekretaris Daerah Provinsi NTB. Forum tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga yang memiliki peran dalam penguatan akses keuangan daerah.

Narasumber yang hadir antara lain Kepala OJK Provinsi NTB, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, serta Kepala KPPN NTB yang juga menjadi bagian dari TPAKD Provinsi NTB.

Kehadiran berbagai lembaga tersebut memperkuat koordinasi dalam menjalankan agenda peningkatan akses keuangan. Masing-masing pihak dapat mengambil peran sesuai kewenangan untuk mendorong masyarakat, termasuk pelajar, mengenal dan memanfaatkan layanan keuangan formal.

Bagi Dikbud Kabupaten Sumbawa, penguatan Program KEJAR dapat berjalan melalui keterlibatan sekolah secara aktif. Satuan pendidikan dapat menciptakan kegiatan yang membiasakan siswa menabung sekaligus memberikan pemahaman mengenai cara menggunakan layanan perbankan secara aman.

Program Satu Rekening Satu Pelajar juga memberi ruang bagi peserta didik untuk mulai mengenal pengelolaan keuangan secara sederhana. Kebiasaan tersebut dapat tumbuh melalui pendampingan sekolah dan dukungan orang tua.

Dikbud bersama TPAKD Kabupaten Sumbawa terus mendorong penguatan kolaborasi tersebut agar pelaksanaan Program KEJAR semakin menjangkau pelajar di berbagai satuan pendidikan. (Gad)



Bagikan Berita Ini: