Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) terus mendorong penguatan kapasitas generasi muda di sektor ekonomi produktif. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah pelatihan kewirausahaan bagi pemuda yang telah merintis usaha, yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan Juni 2026.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memberikan pembinaan sekaligus motivasi kepada wirausahawan muda agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan dan berdaya saing.
Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Disparpora KSB, Rizky Syahputra, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk merangkul berbagai jenis usaha yang digeluti pemuda di daerah tersebut, tanpa membatasi sektor tertentu.
“Kami ingin memberikan motivasi kepada para pemuda agar usaha yang mereka miliki bisa berkembang lebih jauh. Semua jenis usaha kita akomodasi dalam pelatihan ini,” ujarnya, Selasa (9/6).
Untuk memastikan materi yang diberikan bersifat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan lapangan, Disparpora menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang. Dua pemateri utama dijadwalkan mengisi kegiatan tersebut.
Narasumber pertama berasal dari Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dikpora) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang akan memaparkan kebijakan dan regulasi strategis terkait pengembangan kepemudaan. Sementara narasumber kedua berasal dari Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), yang merupakan pelaku usaha berpengalaman dan telah berhasil menembus pasar ekspor.
Kehadiran praktisi ekspor tersebut diharapkan dapat memberikan wawasan praktis serta strategi pengembangan usaha, khususnya bagi pemuda agar produk lokal Sumbawa Barat mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Disparpora KSB juga menyiapkan skema tindak lanjut sebagai bagian dari evaluasi program. Setelah mengikuti pelatihan, perkembangan usaha para peserta akan dipantau selama tiga bulan untuk menilai dampak pelatihan terhadap kinerja usaha.
Dalam proses evaluasi tersebut, pemerintah daerah akan menyeleksi tiga peserta terbaik berdasarkan indikator perkembangan usaha yang terukur. Penilaian meliputi peningkatan omzet, pertumbuhan volume produksi, serta kontribusi usaha dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Sebagai bentuk apresiasi, tiga wirausahawan muda terbaik akan mendapatkan penghargaan berupa sertifikat serta stimulus dana motivasi dari pemerintah daerah.
Selain program kewirausahaan, Pemkab KSB juga tetap memberikan perhatian pada berbagai agenda kepemudaan lainnya, termasuk pengiriman perwakilan daerah dalam ajang Putri Otonomi Daerah dan persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Komitmen tersebut turut diperkuat dengan dukungan anggaran bagi organisasi kepemudaan, termasuk alokasi sebesar Rp400 juta untuk Gerakan Pramuka KSB pada tahun anggaran berjalan sebagai bagian dari pembinaan karakter generasi muda.
“Selain program yang sudah berjalan, kami juga mendukung kegiatan kepemudaan lainnya, salah satunya Gerakan Pramuka,” kata Rizky.
Ia menambahkan, pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme pemberian apresiasi bagi pemuda berprestasi di luar bidang olahraga. Jika terdapat pemuda yang meraih prestasi di tingkat nasional pada tahun berjalan, pemerintah daerah akan mengusulkan penghargaan tersebut melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P).
Menurutnya, skema ini menjadi bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan ruang penghargaan yang proporsional bagi generasi muda berprestasi di berbagai bidang. (Gbw)