Sumbawa Barat, GaungNUSRA
Dinas Sosial Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terus memperkuat peran Taruna Siaga Bencana (Tagana) dalam penanganan bencana di tengah masyarakat. Sekitar 50 anggota Tagana tersertifikasi disiapkan untuk mendukung penanggulangan bencana, mulai dari mitigasi hingga pemulihan pascabencana.
Kepala Dinas Sosial KSB Kamaluddin mengatakan, salah satu program yang saat ini dijalankan adalah Tagana Masuk Sekolah. Program tersebut menyasar siswa SD, SMP hingga SMA untuk memberikan edukasi mengenai kesiapsiagaan menghadapi bencana.
“Tagana saat ini melaksanakan program Tagana Masuk Sekolah untuk menyampaikan edukasi kesiapsiagaan bencana,” ujarnya, Rabu (7/10).
Melalui program tersebut, siswa diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan sebelum, saat dan setelah bencana terjadi. Edukasi juga mencakup pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
Selain edukasi, Tagana turut memberikan pendampingan trauma healing kepada korban bencana. Layanan pemulihan psikologis tersebut telah dilakukan di sejumlah lokasi yang terdampak bencana kebakaran.
Untuk mempercepat penanganan saat terjadi bencana, Dinas Sosial menempatkan anggota Tagana di seluruh kecamatan. Anggota Tagana di wilayah masing-masing dapat melakukan asesmen awal untuk mengetahui kondisi dan tingkat dampak bencana sebelum bantuan lanjutan diberikan.
“Anggota Tagana telah dilatih secara khusus agar dapat memberikan penilaian dan masukan kepada kami ketika terjadi suatu bencana,” kata Kamaluddin.
Menurutnya, seluruh anggota Tagana telah mengikuti pelatihan dan mengantongi sertifikat resmi. Bekal tersebut memungkinkan mereka terlibat langsung dalam penanganan bencana maupun menjadi narasumber dalam kegiatan sosialisasi kebencanaan.
Secara kelembagaan, kepengurusan Tagana di Kabupaten Sumbawa Barat diperbarui setiap tiga tahun.
Kamaluddin berharap keberadaan Tagana dapat terus memperkuat kesiapsiagaan dan respons pemerintah daerah dalam menghadapi bencana, sekaligus memastikan masyarakat mendapatkan pendampingan sejak sebelum hingga setelah bencana terjadi. (Gbw)