PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Demo PPS Dikawal Ketat Polisi di Pelabuhan Tano

Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Pendukung Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) di kawasan Pelabuhan Poto Tano KSB, Selasa (2/6), berlangsung tertib dan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

E
Penulis Editor
Tanggal 03 Jun 2026, 05:09 WITA
Demo PPS Dikawal Ketat Polisi di Pelabuhan Tano
Jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KP3) Tano bersama personel pengamanan gabungan bersiaga untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman tanpa mengganggu aktivitas penyeberangan.

Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online 

Aksi unjuk rasa yang digelar Aliansi Masyarakat Pendukung Provinsi Pulau Sumbawa (PPS) di kawasan Pelabuhan Poto Tano KSB, Selasa (2/6), berlangsung tertib dan kondusif di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Massa aksi yang berasal dari berbagai elemen masyarakat Pulau Sumbawa menyuarakan tuntutan agar pemerintah pusat segera mencabut moratorium pembentukan daerah otonomi baru (DOB) dan merealisasikan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa yang selama ini menjadi aspirasi masyarakat di wilayah tersebut.

Aksi yang berlangsung di salah satu pintu gerbang utama transportasi laut antara Pulau Sumbawa dan Pulau Lombok itu mendapat perhatian khusus dari aparat keamanan. Jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KP3) Tano bersama personel pengamanan gabungan disiagakan untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman tanpa mengganggu aktivitas penyeberangan.

Sejak pagi, aparat terlihat melakukan pengaturan lalu lintas kendaraan dan penumpang di sekitar area pelabuhan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi potensi kemacetan maupun gangguan terhadap layanan penyeberangan yang menjadi jalur vital mobilitas masyarakat dan distribusi barang antarpulau.

Kapolres Sumbawa Barat melalui Kapolsek KP3 Tano, Ipda Rino Ansori, mengatakan pengamanan dilakukan sebagai bentuk pelayanan kepolisian dalam menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum, sekaligus menjaga ketertiban dan kepentingan pengguna jasa pelabuhan.

Menurutnya, selama aksi berlangsung situasi tetap terkendali dan tidak ditemukan gangguan yang berpotensi menghambat aktivitas transportasi laut di lintas Poto Tano–Kayangan.

“Pengamanan dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menyampaikan aspirasinya dengan baik tanpa mengganggu kepentingan umum. Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif,” ujarnya.

Ia menjelaskan, koordinasi antara aparat keamanan, penyelenggara aksi, serta pihak pengelola pelabuhan menjadi faktor penting dalam menjaga situasi tetap terkendali selama kegiatan berlangsung. Dengan komunikasi yang baik, massa aksi dapat menyampaikan tuntutannya secara tertib tanpa menimbulkan gangguan terhadap pelayanan publik.

Meski semangat massa dalam menyuarakan aspirasi cukup tinggi, kondisi di lapangan tetap kondusif. Aktivitas kendaraan maupun penumpang yang hendak menyeberang dari Pelabuhan Poto Tano menuju Pelabuhan Kayangan maupun sebaliknya terpantau berjalan normal.

Sejumlah pengguna jasa penyeberangan mengaku tetap dapat melakukan perjalanan sesuai jadwal tanpa mengalami hambatan berarti. Arus kendaraan roda dua, roda empat, hingga kendaraan logistik tetap bergerak lancar selama aksi berlangsung.

Aksi tersebut merupakan bagian dari perjuangan panjang masyarakat Pulau Sumbawa yang selama bertahun-tahun mengusulkan pembentukan Provinsi Pulau Sumbawa sebagai daerah otonomi baru. Dalam orasinya, massa meminta pemerintah pusat segera membuka kembali peluang pemekaran daerah dengan mencabut moratorium DOB yang masih berlaku.

Bagi para pendukung PPS, pembentukan provinsi baru diyakini dapat mempercepat pemerataan pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta memperkuat pengelolaan potensi daerah di Pulau Sumbawa.

Sementara itu, aparat kepolisian menegaskan akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam mengawal setiap kegiatan masyarakat, termasuk aksi penyampaian pendapat di muka umum. Kepolisian juga berkomitmen menjaga keseimbangan antara perlindungan hak demokratis warga negara dan kepentingan masyarakat luas yang menggunakan fasilitas publik.

Hingga aksi berakhir, situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di kawasan Pelabuhan Poto Tano tetap terjaga. Massa membubarkan diri secara tertib tanpa insiden yang berarti.

Polsek KP3 Tano memastikan akan terus meningkatkan pengamanan dan pengawasan pada setiap kegiatan masyarakat yang berpotensi melibatkan konsentrasi massa, guna menjaga stabilitas keamanan serta kelancaran aktivitas di wilayah hukum Kabupaten Sumbawa Barat. (Gad/Hms)

Bagikan Berita Ini: