PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Dekranasda Sumbawa Konsultasikan Inovasi Kerajinan ke BRIDA

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa menjajaki pengembangan pewarna alami untuk kain tenun khas Sumbawa serta pemanfaatan limbah kulit jagung menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

E
Penulis Editor
Tanggal 26 Oct 2026, 15:40 WITA
Dekranasda Sumbawa Konsultasikan Inovasi Kerajinan ke BRIDA
Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, S.E., mendatangi Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk menjajaki kerja sama pengembangan potensi kerajinan lokal

Sumbawa Besar, GaungNUSRA

Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Sumbawa menjajaki pengembangan pewarna alami untuk kain tenun khas Sumbawa serta pemanfaatan limbah kulit jagung menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi.

Upaya tersebut dilakukan melalui kunjungan Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Hj Ida Fitria Syarafuddin Jarot SE, ke Kantor Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (23/10). Kunjungan itu turut didampingi Kepala Baperida Kabupaten Sumbawa, Dr Dedy Heriwibowo SSi MSi, beserta jajaran.

Pertemuan tersebut membahas peluang pengembangan kerajinan berbasis potensi lokal melalui dukungan riset, inovasi, dan penerapan teknologi tepat guna.

Ketua Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, menilai pengembangan pewarna alami menjadi salah satu peluang untuk memperkuat karakter kain tenun khas Sumbawa sekaligus meningkatkan daya saing produk perajin.

“Pengembangan pewarna alam ini diharapkan dapat memperkuat identitas kain tenun khas Sumbawa. Kita ingin potensi alam yang ada di daerah dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan produk yang berkualitas, memiliki ciri khas, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Menurutnya, pengembangan pewarna alami perlu didukung penelitian dan pengujian agar menghasilkan warna yang konsisten, tahan lama, serta sesuai dengan kebutuhan produksi perajin.

Selain pengembangan pewarna alam, Dekranasda Sumbawa juga menjajaki pemanfaatan limbah kulit jagung sebagai bahan baku kerajinan. Bahan yang selama ini kerap dianggap sebagai limbah pertanian tersebut berpotensi diolah menjadi berbagai produk kreatif, seperti tas, aksesori, dan hiasan dekoratif.

Ida berharap, inovasi tersebut dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Limbah kulit jagung memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kerajinan yang bernilai jual. Melalui kreativitas dan inovasi, bahan yang sebelumnya kurang dimanfaatkan dapat menjadi peluang usaha sekaligus menambah pendapatan masyarakat,” katanya.

Untuk merealisasikan pengembangan kedua potensi tersebut, Dekranasda Kabupaten Sumbawa berharap BRIDA NTB dapat memberikan dukungan berupa kajian, pendampingan teknis, serta penerapan teknologi tepat guna.

Dukungan riset diperlukan untuk mengidentifikasi bahan pewarna alami yang potensial, menyempurnakan teknik pengolahan, serta meningkatkan kualitas produk agar mampu memenuhi kebutuhan pasar. Sementara itu, pengembangan kerajinan kulit jagung diharapkan menghasilkan produk yang memiliki kualitas, ketahanan, dan nilai jual kompetitif.

Kepala BRIDA NTB menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk mendukung pengembangan potensi kerajinan daerah melalui kajian, riset, dan inovasi aplikatif.

Kolaborasi antara Dekranasda Kabupaten Sumbawa dan BRIDA NTB diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pelestarian budaya, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui dukungan riset dan inovasi, kain tenun khas Sumbawa diharapkan semakin berdaya saing, sementara kerajinan berbahan kulit jagung dapat berkembang menjadi peluang usaha kreatif baru yang mampu meningkatkan nilai ekonomi potensi lokal dan kesejahteraan perajin. (Gad)


 

Bagikan Berita Ini: