PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

Bupati Sumbawa buka Sumbawa Job Fair 2026

Pemerintah Kabupaten Sumbawa menggelar Sumbawa Job Fair 2026 pada 28-29 Oktober 2026 di halaman kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa dengan melibatkan 19 perusahaan yang menyediakan sekitar 280 lowongan kerja.

E
Penulis Editor
Tanggal 28 Oct 2026, 03:03 WITA
Bupati Sumbawa buka Sumbawa Job Fair 2026
Buka Sumbawa Job Fair 2026, Bupati Jarot Tekankan Transparansi Rekrutmen, Peningkatan SDM, dan Sinergi UMKM

Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa menggelar Sumbawa Job Fair 2026 pada 28-29 Oktober 2026 di halaman kantor Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Sumbawa dengan melibatkan 19 perusahaan yang menyediakan sekitar 280 lowongan kerja. Kegiatan ini menjadi upaya memperluas akses kesempatan kerja bagi masyarakat, khususnya generasi muda, sekaligus mendorong perekrutan tenaga kerja yang lebih terbuka dan transparan.

Bupati Sumbawa, Ir H Syarafuddin Jarot MP saat membuka kegiatan pada Rabu (28/10) tersebut mengatakan, Job Fair menjadi wadah yang mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan sebagai pemberi kerja. Melalui kegiatan ini, masyarakat dapat memperoleh informasi lowongan dan mengajukan lamaran sesuai kualifikasi yang dibutuhkan.

“Job Fair ini mempertemukan antara orang yang datang melamar dan pemberi kerja. Ada 19 perusahaan yang memberikan lowongan, sehingga anak-anak kita yang ingin bekerja bisa melamar sesuai kebutuhan perusahaan,” ujarnya.

Menurut Jarot, pelaksanaan Job Fair merupakan langkah untuk memperluas akses informasi lowongan kerja yang selama ini umumnya diumumkan melalui papan pengumuman internal perusahaan maupun media sosial. Dengan sistem yang lebih terbuka, kesempatan masyarakat untuk memperoleh pekerjaan diharapkan semakin luas.

Ia menjelaskan, terdapat tiga fokus utama yang ingin didorong melalui kegiatan tersebut, yakni memperluas kesempatan kerja, mengembangkan usaha lokal, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Ketiga aspek tersebut, kata dia, harus berjalan beriringan. Pertumbuhan ekonomi daerah tidak cukup hanya ditunjukkan melalui peningkatan aktivitas usaha, tetapi juga harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui tersedianya pekerjaan, penghasilan, dan kesempatan memperbaiki taraf hidup.

“Kita bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi pertumbuhan itu harus dirasakan oleh masyarakat melalui pekerjaan. Harus ada pekerjaan, harus ada penghasilan dan kesempatan untuk memperbaiki kehidupannya,” tegasnya.

Selain membuka akses bagi pencari kerja, Jarot juga menekankan pentingnya peningkatan keterampilan agar tenaga kerja lokal mampu bersaing secara profesional. Menurutnya, pelatihan melalui Dinas Tenaga Kerja maupun Balai Latihan Kerja (BLK) perlu diimbangi dengan ketersediaan kesempatan kerja yang sesuai.

Di tengah perkembangan digitalisasi, tenaga kerja juga dituntut menguasai teknologi. Kemampuan mengoperasikan komputer dan berbagai aplikasi perkantoran, seperti Microsoft Word, Excel, dan PowerPoint, menjadi salah satu keterampilan dasar yang perlu dimiliki untuk memenuhi kebutuhan dunia usaha.

Ia menambahkan, perusahaan tidak hanya membutuhkan tenaga kerja yang terampil, tetapi juga memiliki kejujuran, integritas, serta kesiapan menghadapi perubahan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menyoroti pentingnya peran usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memperluas kesempatan kerja. Menurutnya, pelaku UMKM, toko, galeri, dan berbagai usaha lokal lainnya perlu diberi ruang untuk mencari tenaga kerja profesional melalui mekanisme Job Fair.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kabupaten Sumbawa, PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), dan STKIP Paracendekia NW Sumbawa.

Kerja sama dengan Jamkrindo diharapkan dapat membantu pelaku UMKM memperoleh akses informasi, fasilitas penjaminan, dan pembiayaan untuk mengembangkan usaha, termasuk memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran.

Sementara itu, keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat memperkuat peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pendidikan, literasi, dan rekomendasi berbasis kajian ilmiah yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Jarot meminta perangkat daerah terkait memastikan kegiatan tersebut tidak berhenti pada seremoni dan penandatanganan kesepakatan semata. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi diminta memantau hasil pelaksanaan Job Fair, termasuk jumlah pencari kerja yang berhasil diterima perusahaan serta kebutuhan kompetensi yang belum terpenuhi.

Evaluasi berkala dinilai penting agar penyelenggaraan Job Fair dapat memberikan hasil yang terukur dan menjadi dasar perbaikan program ketenagakerjaan berikutnya.

“Harus ada tindak lanjut yang jelas. Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi perlu memantau hasil Job Fair, memantau jumlah pencari kerja yang diterima, serta mengidentifikasi kebutuhan kompetensi yang belum terpenuhi,” pesannya.

Ia berharap Sumbawa Job Fair 2026 menjadi langkah awal bagi program berkelanjutan untuk memperluas kesempatan kerja, memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas SDM, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif.

Usai membuka kegiatan, Bupati Sumbawa mengunjungi sejumlah stan perusahaan peserta Sumbawa Job Fair 2026. Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat langsung informasi lowongan kerja yang tersedia serta peluang kerja yang ditawarkan masing-masing perusahaan kepada para pencari kerja.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan Job Fair dapat menjadi wadah yang mempertemukan kebutuhan tenaga kerja perusahaan dengan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan. (Gal)

Bagikan Berita Ini: