Sumbawa Barat, GaungNUSRA Online
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mulai mengambil langkah cepat menghadapi potensi dampak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung cukup panjang tahun ini. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengajukan penetapan status siaga kekeringan sebagai dasar percepatan penanganan wilayah terdampak.
Langkah tersebut dilakukan setelah BPBD menerima laporan dan permohonan bantuan air bersih dari masyarakat Desa Seloto Kecamatan Taliwang. Desa tersebut menjadi wilayah pertama di Kabupaten Sumbawa Barat yang melaporkan kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, akibat berkurangnya debit sumber air selama musim kemarau.
Kepala BPBD Kabupaten Sumbawa Barat, Abdullah, mengatakan pihaknya saat ini tengah menyelesaikan berbagai dokumen administrasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk proses penetapan status siaga kekeringan.
“Kami sedang mengajukan penetapan status siaga kekeringan,” kata Abdullah, Kamis (11/6).
Menurutnya, pengajuan status tersebut penting untuk memperkuat langkah-langkah mitigasi sekaligus mempercepat penanganan kebutuhan masyarakat yang mulai terdampak kekeringan.
BPBD mencatat Desa Seloto menjadi wilayah pertama yang mengajukan permintaan bantuan air bersih secara resmi. Menindaklanjuti laporan tersebut, instansi penanggulangan bencana langsung menyiapkan armada tangki air untuk memenuhi kebutuhan warga.
“Surat permintaan air bersih yang masuk yaitu Desa Seloto,” ujarnya.
Sebagai langkah darurat, BPBD menjadwalkan distribusi air bersih ke wilayah tersebut pada hari yang sama. Bantuan akan disalurkan langsung ke titik-titik penampungan air yang digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari.
“Tim kami insya Allah sore ini ada distribusi air bersih,” tambah Abdullah.
Pendistribusian air bersih dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sembari menunggu langkah penanganan jangka menengah dan panjang dari pemerintah daerah. BPBD juga terus memantau perkembangan kondisi di sejumlah wilayah lain yang berpotensi mengalami masalah serupa apabila musim kemarau berlangsung lebih lama.
Selain menyiapkan bantuan logistik air bersih, pemerintah daerah juga tengah mempersiapkan langkah antisipatif berupa imbauan penghematan penggunaan air kepada masyarakat. Namun, penyampaian imbauan resmi tersebut masih menunggu terbitnya surat keputusan (SK) penetapan status siaga kekeringan dari Bupati Sumbawa Barat.
“Kami tunggu SK penetapan status dari bupati, baru ada imbauan secara resmi,” jelasnya.
Abdullah berharap proses penetapan status siaga kekeringan dapat segera rampung sehingga seluruh perangkat daerah memiliki landasan hukum yang kuat dalam menjalankan upaya mitigasi dan penanganan dampak kekeringan.
Dengan adanya status siaga tersebut, koordinasi lintas instansi diharapkan dapat berjalan lebih efektif, termasuk dalam pemetaan wilayah rawan kekeringan, penyediaan bantuan air bersih, serta sosialisasi langkah-langkah penghematan air kepada masyarakat.
Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat untuk mulai menggunakan air secara bijak dan melaporkan kepada pemerintah desa maupun BPBD apabila mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih. Langkah deteksi dini dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum dampak kekeringan meluas ke wilayah lain di Kabupaten Sumbawa Barat. (Gbw)