PT GAUNG NUSRA MEDIA AMANAH

BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, BPBD Sumbawa Siapkan Antisipasi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal dan berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

E
Penulis Editor
Tanggal 12 Mar 2026, 18:32 WITA
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang, BPBD Sumbawa Siapkan Antisipasi
ILUSTRASI : BPBD Kabupaten Sumbawa Tingkatkan Kesiapsiagaan Menghadapi Kemarau

Sumbawa Besar, GaungNUSRA
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau tahun 2026 akan datang lebih awal dan berpotensi berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Menyikapi potensi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumbawa mulai meningkatkan kesiapsiagaan guna mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah wilayah.

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Sumbawa, Sukiman ST, mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah antisipatif untuk menghadapi kemungkinan kemarau panjang tahun ini. Salah satunya dengan memperkuat kegiatan sosialisasi kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.

“Kami terus melakukan sosialisasi secara masif, baik atas inisiatif BPBD maupun atas permintaan berbagai pihak seperti sekolah, instansi pemerintah, maupun pihak swasta,” ujarnya, Kamis (12/3).

Sukiman menjelaskan, dalam setiap kegiatan sosialisasi tersebut BPBD tidak hanya membahas satu jenis bencana saja. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai berbagai potensi bencana lain yang dapat terjadi di wilayah Kabupaten Sumbawa, seperti banjir, angin puting beliung, tanah longsor, gempa bumi, hingga kekeringan.

Menurutnya, meskipun musim kemarau merupakan siklus tahunan yang biasa terjadi di Indonesia, kondisi tahun ini perlu mendapat perhatian lebih karena diperkirakan datang lebih cepat. Apabila musim kemarau dimulai lebih awal, maka durasinya berpotensi berlangsung lebih panjang dari biasanya.

Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada sejumlah sektor kehidupan masyarakat, terutama sektor pertanian serta ketersediaan air bersih di wilayah yang rawan mengalami kekeringan.

“Percepatan musim kemarau dapat memengaruhi ketersediaan air tanah. Sumur-sumur warga yang biasanya masih memiliki cadangan air berpotensi mengalami penurunan debit bahkan kering. Selain itu, pola tanam petani juga bisa ikut terdampak,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi kekurangan air bersih, BPBD Sumbawa telah menyiapkan armada mobil tangki yang akan digunakan untuk mendistribusikan air kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Saat ini BPBD Sumbawa memiliki tiga unit mobil tangki air yang siap dioperasikan. Armada tersebut terdiri dari satu unit kendaraan baru serta dua unit kendaraan yang telah digunakan sebelumnya.

“Armada ini akan dimanfaatkan untuk membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat di wilayah Kabupaten Sumbawa yang mengalami kekeringan,” kata Sukiman.

Selain menyiapkan sarana pendukung, BPBD Sumbawa juga memastikan akan terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait dalam upaya penanganan serta mitigasi dampak musim kemarau.

Sukiman menegaskan bahwa penanganan potensi bencana kekeringan membutuhkan kerja sama lintas sektor, baik dari pemerintah daerah, instansi terkait, maupun masyarakat.

Karena itu, BPBD mengimbau masyarakat untuk mulai meningkatkan kewaspadaan serta melakukan penghematan penggunaan air sejak dini guna mengurangi dampak yang mungkin timbul apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang dari biasanya. (Gad)

Bagikan Berita Ini: